Nissan kini menjadi pabrikan pertama yang mengaplikasikan cat glow-in-the-dark dalam varian produksinya. Adalah Nissan Leaf yang pertama kali sanggup menyala dalam gelap.

Layaknya Light Cycle di film Tron, mobil elektrik tersebut sanggup memancarkan warna semu kebiruan jika berjalan dalam keadaan gelap. Hal tersebut dimungkinkan karena penyerapan sinar UV yang didapat kala mobil itu melaju di siang hari. Nissan mengklaim bila produk tersebut adalah buatan alam yang paling langka di dunia bernama strontium aluminate.

Strontium aluminate dikenal sebagai bahan kimia yang bobotnya lebih berat daripada air, tidak berbau atau beracun dan tidak gampang terbakar. Bahan ini kerap digunakan sebagai fosfor yang sanggup bertahan lama. Efek dalam Nissan Leaf sendiri dikatakan sanggup bersinar antara delapan sampai sepuluh jam di kala gelap.

Tidak mengherankan memang, pasalnya Nissan selalu mengunggulkan status kebersamaannya dengan alam dalam Nissan Leaf. Pembuatannya pun menggunakan bahan-bahan organic yang tidak berbau dan secara kimiawi aman. Bahkan menurut data yang dikeluarkan pabrikan, 89 pengguna mobil tersebut mengisi energi dengan tenaga surya.

Sayangnya, produk ini baru dalam tahap perkenalan. Hampir sama seperti cat anti kotor yang tahun lalu diperkenalkan juga oleh Nissan, pabrikan Jepang ini belum memastikan kapan cat ini akan rilis dalam model produksi. Mungkin saja karena terhalang harga strontium aluminate yang lebih mahal 10 kali lipat daripada bahan-bahan glow-in the-dark lainnya.Disayangkan memang, karena hal ini pastinya akan dapat memperlebar peluang Nissan untuk memasuki ranah anak-anak muda yang doyan sekali pesta demi tampil beda dengan yang lainnya.