Aplikasi navigasi lalu lintas Waze baru-baru ini mengadakan sebuah survei tentang indeks Kepuasan Pengemudi Global (Global Driver Satisfaction Index) yang mendapati hasil mengejutkan. Jakarta menempati posisi kedua dalam kota dengan tingkat kepuasan mengemudi terburuk di dunia setelah Manila, Filipina.
Dalam survei tersebut, beragam aspek dirujuk guna menentukan penilaian utama. Beberapa diantaranya adalah buruknya polusi, tingkat kemacetan yang parah, kualitas jalan yang kurang baik, lahan parkir yang kurang, serta harga bahan bakar minyak yang dinilai mahal oleh masyarakat.
Waze melansir bila buruknya infrastruktur di Jakarta tidak hanya terasa bagi masyarakat, namun juga oleh para pebisnis lokal maupun asing yang berkunjung ke Ibu Kota. Atas dasar itulah banyak yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Dan inilah penyebabnya.
Penggunaan mobil pribadi yang ujung-ujungnya mengalami kemacetan mengakibatkan kepuasan dan kenyamanan berkendara menjadi turun. Dalam temuan Carmudi, sebuah platform jual beli kendaraan, rata-rata jarak tempuh mobil bekas di jakarta hanya mencatatkan angka 22.580 kilometer, setengah daripada rata-rata Indonesia di 40 ribu kilometer dan global yang menyentuh angka 42 ribu.