Namanya yang membawa bendera Ducati berkibar di ajang adu cepat Imola 200 memang pantas mendapat apresiasi tertinggi. Mengingat, momen itu adalah titik tolak kesuksesan superbike Borgo Panigale hingga sekarang. Pada balapan yang dihelat tahun 1972, Paul Smart diberi kepercayaan menjadi joki motor anyar Ducati Sports Classic 1000 LE.

Sebuah pencapaian yang diawali oleh keraguan. “Motor itu terlihat terlalu panjang dan terlalu besar untuk jadi mesin balap serius,” ucapnya kepada sebuah media massa Inggris. Namun, bak sejoli yang saling menerima apa adanya, kelamaan terjalinlah ikatan.

paul-smart

Handling sangat lambat. Butuh waktu ‘tahunan’ untuk belok serta ground clearance juga terbatas. Tapi saya sangat menyukaianya,” sambung Paul pada sebuah wawancara yang berlangsung tahun 2008. Akhirnya, di atas mesin Desmodromic 750cc tersebut Paul Smart berhasil singgah di puncak podium.

Menandai lahirnya warisan Smart-Ducati. Walaupun, model yang populer dengan balutan warna silver itu ikut tenggelam seiring keputusan Ducati menghentikan produksinya.

paul-smart-3

Demi mengenang torehan pembalap yang melambungkan nama Ducati, Apichat Leenutaphong, Managing Director Ducati Thailand menghidupkan kembali tema klasik silver yang terkenal itu. Namun, kali ini ia mengaplikasikannya pada model yang jauh lebih modern dan beda genre dengan pemilik aslinya. Ducati Scrambler dipilih.

Bukan sekedar rancangan tak terencana. Totalitas dalam prosesnya dibuktikan dengan sentuhan langsung dari sang pebalap, Paul Smart. Bersama istrinya, Maggie, ia sering bolak-balik ke Thailand dalam sebelas bulan terakhir guna memimpin langsung desain dan produksi.

paul-smart-4

Walau modifikasi yang dilakukan hanya bersifat kosmetik namun tetap saja mencengangkan. Bodinya didominasi warna silver dengan logo klasik ‘Ducati’ ditempatkan pada tangki. Saddle-nya kontras berwarna cokelat.

Sosok Ducati Scrambler Paul Smart dipermanis dengan strip emas meniru jendela persediaan bahan bakar di motor balap klasik sungguhan. Uniknya, rangka serta lengan ayun agak keluar dari koridor pewarnaan dengan laburan cat sea green.

paul-smart-5

Aroma cafe racer nampak di buritan yang mendapat tambahan komponen ‘buntut tawon.’ Lalu tabung suspensi depan emas tampil selaras dengan aksen senada di tangki. Dan material aluminium dimanfaatkan untuk fender depan. Kehadirannya lengkap dengan tanda tangan sang pebalap dari nomor ‘16’ di buritan.

Pertanyaan yang kini muncul, akankah Borgo Panigale tersulut niatnya untuk memasukkan tema ini ke jajaran Scrambler-nya?

sumber: www.bikeexif.com