Dua tahun sudah pabrikan Wuling Motors dibawah PT SGMW Motor Indonesia beroperasi, sejak fasilitas produksi senilai Rp 9 triliun di Cikarang, Bekasi diresmikan. Diatas kawasan seluas 6o hektar, pabrik tersebut terus berproduksi bersama para supplier komponennya untuk merakit sebuah mobil.

Kini setelah memenuhi kebutuhan untuk dalam negeri, Wuling Motors mulai berkonsentrasi untuk memproduksi permintaan dari luar negeri alias ekspor. Tahap perdana, sebanyak 2.600 unit Wuling Almaz yang di labeli dengan Chevrolet Captiva siap dikirim ke luar negeri.

Hingga akhir tahun ini, tercatat ada tiga negara dari Asia dan Oceania yang bakal menerima unit utuh Chevrolet Captiva buatan Wuling Motors dari Indonesia. Diantaranya Thailand, Brunei Darussalam dan Fiji.

President Wuling Motors, Xu Feiyun mengatakan sejak diresmikan pabriknya pada 11 Juli 2017, Wuling terus melakukan produksi berbagai lini andalannya hingga mencapai angka lebih dari 30 ribu unit yang telah sampai ke tangan konsumen Indonesia. Tercatat ada empat model kendaraan yang dibuat di pabrik Wuling, yaitu seri Confero yang merupakan MPV pertama Wuling, seri Cortez yang bermain di segmen Medium MPV Formo untuk pasar Light Commercial Vehicle, serta Almaz, Smart Technology SUV.

“Ini menjadi sejarah dan kebanggaan bagi kami untuk mengukuhkan komitmen jangka panjang Wuling di Tanah Air dengan menjadikan fasilitas produksi di Cikarang sebagai pilar bagi otomotif dunia. Dimulainya kegiatan ekspor ini turut membuktikan bahwa produksi anak bangsa Indonesia mampu bersaing di tingkat mancanegara,” ujarnya Feiyun.