Sebagai sebuah subtitusi yang lebih ringan, Yamaha SR250 memang bisa dikatakan sebagai adik dari SR400 dan SR500. Banyak kesamaan diperlihatkan oleh mereka, contoh saja SR250 yang terlihat seperti SR500 namun dengan mesin dan roda yang lebih kecil. Model ini cukup populer sebagai motor komuter, yang mana sejak dihentikan produksi di 1982 SR250 muncul kembali di 2001 karena masifnya permintaan konsumen.
Street tracker SR250 4
Dari segi modifikasi, motor ini terbilang cukup dapat mudah untuk diolah kembali. SR250 memiliki tulang yang kuat dan bodi yang ringan. Belum lagi mesin 249cc miliknya yang bersilinder tunggal, sederhana dan dapat diandalkan – selaras dengan framenya menambah kerigidan kala berkendara.
Maka tidak heran bila SR250 menjadi pilihan bagi siswa desain produksi Jerman seperti Tim Besler dan Rafael Berti kala ingin menggarap motor kustom pertama mereka. Donornya mereka dapatkan dari tangan pertama, dengan odometer menunjuk ke angka 25,000 kilometer, tidak terlalu buruk dan hanya butuh sedikit tune-up untuk menambah daya angkat.
Street tracker SR250 3
Dalam pikiran dua orang yang tergabung dalam BB Studio tersebut, kesederhanaan menjadi hal yang utama. Dipilihlah gaya modifikasi street tracker. Karena selain paling parktikal, tipe tersebutlah yang paling populer di dunai motor kustom. Rangka pun mulai dipotong menyederhanakan tampilan dan dilabur dalam warna hitam semi-glossy. Tromol dirancang ulang dengan dicelupkan ke dalam cat hitam. Selanjutnya pelek 18” hitam glossy menjadi kaki utama berbalut ban Dunlop K180 demi menyelarakan unsure geometri.
Street tracker SR250 tromol
Selanjutnya operasi penyederhanaan dilakukan dengan menyingkirkan saringan udara dan diganti dengan tipe pod filter. Aki dilepas dan digantikan oleh sebuah kondensator. Kabel-kabel mulai dirancang ulang dan dijejalkan ke dalam rangka. Dengan menghilangkan penyaring udara dan merekolaksi kabel, Segitiga di tengah motor yang kosong dan bersih pun tercipta memenuhi tujuan mereka menciptakan street tracker yang sederhana dan tepat guna.
Street tracker SR250 handle bar
Memperkuat tampilan ala motor-motor flat track, jok dua tone pun diberikan lengkap dengan tutup joknya. Memperhitungkan aspek kekinian dimana konektivitas menjadi kebutuhan utama, sebuah charger tersebunyi dengan kantong diselipkan di depan jok untuk memberikan daya tambah kepada smart phone pengguna.
Street tracker SR250
Tangkinya diambil dari CB50 demi mengejar tongkrongan horizontal selaras dari samping, Grafisnya dibuat sederhana sejalan dengan segitiga di bawah dimana garis vertikal biru dilukiskan. Komponen lampu pun dibuat seminimal mungkin dengan sein terintegrasi dengan handel bar dari Motogadget dan lampu depan kecil. Di belakangnya lampu menjadi satu dengan spatbor mengakhiri kreasi minimalis dari karya kustom perdana BB Studio. Less is more!