Bila ada pertanyaan, sepeda motor apa yang paling umum dijadikan bahan customizing / modifikasi? Kami tak perlu berfikir panjang untuk menjawab. Ya, pilihannya hanya Yamaha SR400 dan XS650.

Coba Anda simak majalah, buku-buku dan website yang membahas modifikasi sepeda motor. Kami jamin ulasannya akan didominasi SR400 dan XS650. Tak hanya di negara asalnya (Jepang), namun di negeri Paman Sam hingga dataran Eropa sekalipun, dua item ini memang dijadikan pilihan favorit.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-c

Lalu mengapa keduanya menjadi sangat favorit? Baiklah, kita persempit ke XS650 saja. Mesin SOHC dua silinder parallel twin yang pertamakali dilansir tahun 1968 hingga 1985 ini memang terkenal badak dan tak mudah rusak serta mudah dalam perawatan. Bila ada kerusakan, banyak suku cadang yang bisa diadopsi dari motor lain. Tak hanya itu, banyak yang beranggapan bahwa mesinnya mirip dengan Triumph klasik yang juga menjadi ikon favorit dunia roda dua. Inilah yang juga menjadi alasan Honda CB-Series tak terlalu bisa memberikan perlawanan pada jumlah angka penjualan di era keemasan XS650.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-d

Nah, bila kita tinjau dari segi desain. Banyak ucapan yang mengatakan bahwa, “XS650 has become one of the most popular platforms for customization in the 21st century”. Secara harfiah tentu saja hal ini memiliki arti yang gamblang bahwa XS650 adalah salah satu bahan dasar paling favorit untuk menciptakan sebuah motor custom. Karena wujud aslinya bagai perawan desa berparas cantik yang siap dimake-up dalam gaya apa saja.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-f

Dalam pilihan memodifikasi XS650 pun tak menjadi hal yang sulit. Sebut saja, aliran standard, cruiser, chopper, bobber, tourer, sport tourer, commuter, motocross racer, road racer maupun offroad bisa Anda racik dari bahan XS650. Dan tak perlu penjelasan yang rumit, sebuah XS650 custom sudah pasti mengeluarkan biaya jauh lebih sedikit daripada membeli Harley-Davidson Sportster 883 kondisi rusak sekalipun.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-b

Nah, perjalanan Thegaspol.com ke Nagoya, Jepang bulan Februari lalu memamg membuat kami melihat langsung salah satu karya modifikasi ikon favorit ini. Koichi Sakaguchi sang punggawa Suicide Customs yang akrab disapa Koh ini langsung menunjukkan sebuah choppers rigid berpenampilan lusuh tersebut.

“Lucu memang bila kami ceritakan, motor buatan Jepang ini kami import dari California lengkap dengan frame-nya. Mengapa demikian? Ya, sebab frame rigid adalah modifikasi illegal di sini”, ujar pemilik bengkel yang bermarkas di Anjo City, Nagoya ini.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-e

Pada dasarnya XS650 yang diimport masih didominasi oleh parts standart. Jadi hanya frame saja yang berbeda. Bila kita simak dari bagian depan, lampu fork dan segitiga setang masih bawaan standart. Namun tangki sportster peanut memang menjadi sangat berbeda ketimbang bawaan aslinya. Berlanjut ke bagian velg, kombinasi diameter 18” yang dibalut ban 110/90 di bagian depan dan 16” yang dibungkus ban 120/90 di buritan memang menjadi bawaan standart. Namun yang kita lihat adalah velg casting bawaan XS tahun muda, bukan jari-jari yang yang memang dikenal sebagai bawaan XS generasi awal.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-g

Suicide Customs ketika pertamakali menerima motor ini, mereka langsung melakukan perbaikan dan penyempurnaan di sektor pengapian, karburator dan kabel-kabel. Tampilan motor ini memang sederhana dan berkesan apa adanya, peanut tank yang tanpa dilapis cat, kemudian fender belakang yang dibuat secara handmade, jok yang dilapis kulit apa adanya, lalu braket plat nomor serta lampu kecil seadanya di bagian belakang, memang menghasilkan tampilan yang seadanya namun berkesan brutal.

Modifikasi-Motor-Yamaha-XS650-h

Kami sempat kaget kala mencoba motor ini berkeliling mengitari lapangan baseball yang memang tepat berada di depan bengkel Suicide Customs. Ya, suara knalpotnya sangat gaduh dan menggelegar. Wajar saja itu terjadi, sebab pipa gas buang ini memang sengaja dibuat minimalis bermodel freeflow dengan batang pipa yang sangat pendek. Tak pelak lingungan yang sunyi di pinggiran kota Nagoya ini mendadak gaduh lantaran gelegar suara knalpotnya. So, akhirnya kami sempat mencoba sebuah ikon legendaris sekaligus illegal ini.