Namanya boleh jadi terdengar mirip dengan sebuah brand sepeda motor listrik. Namun, Zero Engineering jelas berbeda dilihat dari produknya.

Zero Engineering lahir sebagai brand motor custom made asal Jepang dengan ciri khas khusus. Mereka menempel mesin-mesin Harley-Davidson ke rangka rigid (Gooseneck) yang dibuat ulang. Sejumlah model yang dibuatnya antara lain, Type 5, Type 6, Type 8, dan Type 9.

Kelahiran Zero Engineering dapat dikatakan adalah kreasi custom builder ternama Shinya Kimura yang mendirikannya pada 1992. Salah satu ciri khas motor custom made rancangannya adalah rangka dengan posisi relatif rendah.

Bukan tanpa alasan, desain seperti itu rupanya untuk menonjolkan bagian mesin.

Sentuhan terhadap detail-detail pun menghasilkan motor dengan kualitas estetika tinggi. Tak aneh bila Zero Engineering meraih kepopuleran besar di Jepang karena merepresentasikan selera gaya hidup penggemar roda dua Negeri Sakura.

Zero Engineering mendarat di Indonesia

Beberapa model motor custom made Zero Engineering dikabarkan bakal masuk Indonesia melalui importir umum Hobby Motor yang berlokasi di Jakarta Selatan. Dalam keterangannya kepada TheGaspol, pihaknya mengatakan akan membawa beberapa model.

Model Zero Engineering dari Hobi Motor meliputi Type 5, Type 6, dan Type 9. Harga yang dipersiapkan mulai dari angka 800 juta rupiah (off the road). Menurut rencana, motor-motor tersebut akan mendarat di Indonesia pada pertengahan 2019.

Masing-masing tipenya memiliki perbedaan kental.

Zero Engineering Type 5

Type 5 merupakan model paling simpel yang ditawarakan Zero Engineering. Melihat situs globalnya, sumber tenaga model ini memanfaatkan mesin S&S Evolution 1.300 cc dipadu transmisi 5 kecepatan Rivera Primo.

Mesin tersebut dipasangkan pada rangka Gooseneck yang merupakan trademark Zero Engineering. Ditambah garpu depan jenis springer, hasilnya adalah motor custom bergaya retro, namun juga memiliki kesan agresif.

Kenyamanan dan potensi ruang modifikasi yang besar menjadi nilai tambah Type 5.

Zero Engineering Type 6

Model ini memiliki penampilan old school yang dipadu dengan engineering modern. Ambil contoh, sentuhan S&S pada mesin Shovelhead yang dipakainya. Berbeda dengan Type 5, model ini dilengkapi transmisi upgrade 6 kecepatan.

Sistem electric starter dan kick starter kedunya bisa ditemukan pada Zero Engineering Type 6. Untuk rangkanya, model ini kembali menggunakan sasis rigid Gooseneck berpadu garpu depan springer.

Zero Engineering Type 9

Model ini memiliki sentuhan khusus utamanya di bagian suspensi. Produsen menaruh suspensi multi-link di lokasi yang relatif tersembunyi: tepat di depan roda belakang. Dengan begitu pengguna bisa merasakan kenyaamanan dari komponen peredaman getar tersebut.

Akhirnya, penampilan Type 9 pun mirip motor dengan sasis rigid, walau sebenarnya lebih tepat disebut soft tail.

Type 9 tetap menggunakan garpu depan springer. Sedangkan, geometri rangka keseluruhan dirancang agar bisa memberikan pengalaman berkendara yang satabil.

Gooseneck Frame Zero Engineering

Penggunaan sasis rigid yang disebut Gooseneck Frame menjadi salah satu ciri khas Zero Engineering. Rangka ini bisa ditemui pada model Type 5 dan Type 6. Rancangannya diisi dengan lekukan besi berbentuk huruf ā€œSā€ (S-Bend) di bagian tengah.

Lekukan tersebut memiliki fungsi menambah kekuatan rangka. Selain kuat, kelenturan pada level tertentu menjadi nilai penting rangka Gooseneck sebagaimana Zero Engineering mengibaratkannya dengan sebuah samurai.

Sedangkan, finishing hitam dipilih atas alasan estetika dan lebih menyatu dengan komponen lain di bodi motor.