It feels like I only go backwards baby
Every part of me says go ahead
I got my hopes up again, oh no.. not again
Feels like we only go backwards darling 

Zero-SR-13

Berkendara di atas mobil atap terbuka di antara rerimbunan pohon pinus di dataran tinggi sambil mendengarkan Feels Like We Only Go Backwards persembahan Tame Impala memang bisa membuat Anda tambah galau atau menjadi lebih fresh. Terlebih jika penat sudah membuncah akibat masalah klise kaum muda perkotaan. Kalau tidak soal cinta, ya masalah pekerjaan.

Zero-SR-5

Ah, sudahlah.. Mungkin dengan memenuhi paru-paru dengan aroma pegunungan mampu mencairkan kalut di kepala. Roaaaaarrrr.. Tetiba raungan belasan knalpot motor yang ditunggangi pria-pria arogan yang melaju di sebelah kanan membuyarkan semua lamunan. Apalagi sambil mengayunkan tongkat menyala ala Sailor Moon.. Baah!! Hampir saja saya mengumpat!

Zero-SR-8

Sembari memperhatikan rombongan sirkus tadi lewat, pikiran kembali menerawang, alangkah indahnya jika di dunia ini diciptakan motor tanpa suara. Sunyi, senyap namun syahdu. Semua orang bebas berlalu lalang tidak hanya menggunakan kendaraan yang bebas emisi, namun juga tanpa polusi suara. Dunia serasa kian damai dan alam makin hijau.

Zero-SR

Salah satu jawabannya adalah kendaraan listrik, baik motor listrik atau mobil listrik. Well, motor listrik? Saya memang sempat sedikit skeptis saat salah satu sahabat mengatakan bahwa ada satu brand sepeda motor listrik asal negeri Paman Sam yang akan memarakkan ranah otomotif dalam negeri. “Ah, paling seperti skuter-skuter listrik berkeranjang yang sudah ada sebelumnya. Hanya cocok digunakan ibu-ibu untuk belanja keperluan dapur,” gumam saya.

Zero-SR-6

Ternyata anggapan saya salah besar! Siapapun tidak ada yang menyangka bahwa motor yang diproduksi oleh Zero Motorcycles di Santa Cruz, California ini adalah sebuah sepeda motor yang digerakkan oleh tenaga listrik. Pasalnya, tampilan dari motor yang hadir di Indonesia lewat PT Garansindo Technologies ini sudah seperti motor bergenre streetfighter lansiran pabrikan Eropa.

Zero-SR-18

Dan kegarangan motor listriknya sudah dituangkan langsung oleh tim desain Zero Motorcycles lewat lekuk tubuhnya yang sporti. Simak saja ke empat varian Zero yang dikenalkan kepada awak media beberapa waktu lalu. Zero DS, Zero S, Zero SR dan satu motor listrik berkelamin penjelajah, FX.

Zero-SR-17

Kebetulan Garansindo berbaik hati meminjamkan satu unit Zero SR untuk saya coba selama beberapa hari. Ini memang yang saya tunggu. Karena varian inilah yang digadang punya segudang keunggulan ketimbang yang lainnya. Penasaran, saya langsung memutar kunci kontak ke posisi on. Tapi sebelum engine cut-off di sebelah kanan handle bar saya geser ke posisi on, rekan saya yang bekerja di Garansindo mewanti-wanti agar saya tidak langsung memelintir throttle. “Diurut mas, pelan-pelan saja,” ujarnya.

Zero-SR-11

Oh, saya tahu. Lantaran menggunakan motor listrik, maka jangan berharap ada suara yang mengindikasikan bahwa mesin sudah menyala. Notifikasi hanya tampil di panel instrument lewat beberapa pendaran cahaya. Inilah yang membuat orang harus lebih berhati-hati. “Atau malah sebaiknya dibuatkan fake sound saja agar orang paham bahwa motor listriknya sudah bekerja,” usul sahabat saya yang juga seorang custom builder asal Gearhead Monkey Garage. Saran yang baik.

Zero-SR-15

Tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan Zero SR. Apalagi ada tiga mode pengendaraan pada motor ini untuk mengakomodir beragam gaya berkendara Anda; Eco, Sport dan Custom yang masing-masing dibedakan oleh respon throttlenya. Yang unik, fungsi ini bisa Anda koneksikan lewat Bluetooth ke aplikasi yang terdapat di ponsel pintar Anda setelah mengunduhnya di Google Playstore atau Apple Appstore.

Zero-SR-14

Bagi Anda yang ingin berkendara sedikit lebih santai, bisa menggunakan mode Eco. Sementara untuk yang ingin memanjakan adrenalin dapat langsung memilih mode Sport. Nah, di mode custom Anda bisa memilih sendiri settingan favorit. Mulai dari mengatur parameter top speed, torsi maksimum, hingga fungsi regenerative braking untuk mengisi ulang baterai saat melakukan pengereman.

Zero-SR-2

Kurang puas mencoba mode Eco, saya langsung menekan tombol menu di sebelah kanan handle bar untuk memindahkan ke mode Sport. Nah, ini sesuai dengan yang saya mau, sekaligus ingin mematahkan pandangan negatif seputar sepeda motor bertenaga listrik. Saat gas dipelintir, motor listrik Z-Force 75-7 radial flux sontak menunjukkan performanya. Pabrikan mengklaim, motor ini sanggup menggelontorkan daya maksimal sebesar 67 hp, atau setara dengan tenaga milik KTM 690 Duke.

Zero-SR-9

Nah, yang paling seru adalah torsinya. Motor listrik yang diyakini sangat efisien ini bisa memuntahkan torsi hingga 144 Nm, sama dengan torsi yang dihasilkan oleh mesin konvensional bawaan KTM 1290 Super Duke dan hanya selisih 0,6 Nm dengan torsi Ducati 1299 Panigale. Bedanya, yang satu ini nyaris tanpa suara! Jadi penunggangnya harus rajin-rajin memencet tombol klakson saat akan menyalip.

Zero-SR-4

Bagaimana dengan jarak tempuh? Inilah yang sejatinya menjadi momok pada sebuah sepeda motor listrik. Menurut data yang disajikan Zero Motorcycles, baterai ZF11.4 yang dicangkokkan pada Zero DS sanggup menempuh jarak hingga 220 km untuk penggunaan di dalam kota. Tambahkan dengan paket power tank yang hadir sebagai piranti opsional, maka motor ini bisa dipakai melanglang buana hingga 276 km.

Zero-SR-16

Estimasi untuk mengisi ulang baterai dari kondisi kosong hingga penuh (100%) memakan waktu 7,9 jam. Sedang terburu-buru? Gunakan saja aksesoris quick charger yang hanya butuh waktu 4,6 jam untuk mengisi ulang baterai dari 0% menjadi 100%. Usah risau jika Anda hanya punya sedikit waktu untuk melakukan recharging. Kan sudah menganut teknologi Lithium-Ion. Canggih bukan? Nah, segudang fitur terkini tersebut tentunya bakal dibarengi dengan banderol yang harus dibayar konsumen. Hmm.. Kira-kira berapa ya? Mari kita tunggu sampai Garansindo Technologies melansir secara resmi deretan varian Zero Motorcycles bulan depan.

Zero-SR-12

Djoko Iman Santoso: New Experience and Fun to Ride!

Tidak hanya TheGasPolCom yang terkesan dengan fitur, performa dan teknologi yang disematkan pada Zero SR. Sahabat kami, Djoko Iman Santoso yang juga dikenal sebagai custom builder dan racer juga ikut terhipnotis. Berikut kutipan hasil perbincangan kami dengan pria yang mashyur sebagai penghasil motor-motor cepat ini lepas dirinya menjajal Zero SR.

Zero-SR-23

Bagaimana pendapat Anda soal motor ini?
It’s fun to ride and new experience! Betul-betul sebuah pengalaman baru. Zero SR adalah motor tanpa suara namun sangat powerful. Menurut saya motor ini safe. Karena sejak awal saat kita mau riding, Zero SR tidak sulit untuk di mengerti.

Zero-SR-20

Soal fiturnya?
Setelah saya mencoba, rasanya untuk sistem pengeremannya bagus. Sementara sistem suspensi depan dan belakangnya juga enak. Cara pengaturannya juga cukup mudah. Finishing materialnya sangat baik dan sempurna meskipun tombol-tombolnya sangat sederhana.

Zero-SR-26

Urusan teknologi?
Nah, untuk teknologi yang diterapkan juga menghadirkan pengalaman baru. Sangat impresif. Karena hanya dengan menggunakan aplikasi di smartphone, kita bisa menentukan limiter top speed, mengatur torsi maksimal hingga menghitung pemakaian listrik.

Zero-SR-27

Bagaimana dengan masa depan sepeda motor listrik di Indonesia?
Kalau berbicara soal orang Indonesia, saya rasa mereka memang masih belum peduli dengan jumlah penggunaan bbm, soal lingkungan dan yang lainnya. Jadi rasanya untuk saat ini masih sulit untuk bisa menjadi populer. Tapi, untuk kalangan pehobi, motor ini bisa jadi motor ke sekian setelah orang tersebut punya motor besar lainnya seperti Harley, Ducati atau Triumph.

Zero-SR-25

Bagaimana dengan kekhawatiran orang saat akan riding jarak jauh?
Ah, saya rasa kalau untuk riding jarak jauh alias touring juga masih acceptable. Toh baterai standarnya saat dalam keadaan penuh sudah dapat menempuh jarak 220 km ditambah power tank bisa jadi 276 km. Apalagi kalau bicara touring, kita disarankan untuk beristirahat setiap 2 jam perjalanan. Jadi setiap 2 jam perjalanan kita bisa selingi dengan mengisi ulang baterai.

Zero-SR-29

Kalau untuk modifikasi?
Semua body parts sepertinya bisa dimodifikasi. Velg depan dan belakang bisa diganti dengan velg yang berbobot lebih enteng. Kalau mau pakai yang carbon kayak BST Carbon Fiber Wheels atau Dymag bisa memangkas berat antara 10 – 20 kg. Soalnya prinspinya, kalau motor mau enak dipakai dan handlingnya sempurna ya harus dientengin.  Bagian ban juga masih bisa diperlebar antara 160 – 180. Karena posisi ban masih jauh dengan belt, jadi tidak perlu dioffset. Kita juga bisa bermain di rear setnya. Oh iya, handle bar juga bisa diganti kok sama yang model flat bar ala motor drag atau model pull bar.