Aleix Espargaró sekali lagi meraih podium dengan finish ketiga di MotoGP Portugal dan kini mengukuhkan diri di posisi ketiga dalam klasemen kejuaraan secara keseluruhan, bahkan hanya berbeda tiga poin di belakang klasemen pertama setelah lima balapan.

Memulai balap dari barisan depan, Aleix menyelesaikan lap pertama di tempat ketujuh, dan harus bertarung dengan Alex Marquez yang sangat agresif. Namun, sejak saat itu, ia mulai melakukan putaran dengan konsistensi tinggi dan kecepatan lebih cepat dari para pembalap di depannya, serta berupaya sedemikian rupa sehingga ia mengejar kelompok pembalap yang memperebutkan posisi podium.

Ketika Miller dan Mir tersingkir, tepat di tengah kelompok yang baru saja disusul oleh Aleix, pintu terbuka untuk memburu tempat kedua. Jadi, ia juga mengejar Zarco, menyalip Rins yang sangat cepat, tapi dia tidak punya cukup ban tersisa untuk mencoba serangan yang menentukan. Finish podium memberinya penghargaan atas kecepatan dan konsistensi yang telah dia dan Aprilia tunjukkan di lintasan balap sepanjang musim lalu. Bukti lain untuk kinerja ini adalah fakta bahwa ia melakukan kecepatan putaran tercepat kedua dalam balapan.

Usai lomba, Aleix Espargaró menyatakan kesenangannya di podium ketiga. “Fabio tidak terkalahkan hari ini. Saya kehilangan banyak waktu di awal baik karena start yang kurang sempurna maupun karena pertarungan yang agak sulit dengan Alex Marquez. Kemudian saya dapat menemukan kecepatan saya kembali, sejujurnya, agak bagus, dan pada akhirnya saya bahkan mencoba menyerang Zarco. Namun, risikonya terlalu tinggi, jadi saya puas di tempat ketiga. Kami sekali lagi menunjukkan bahwa kami bisa bertarung dengan yang terbaik,”

Sementara itu, Maverick Viñales terpaksa memulai balap dari baris kelima karena beberapa kesulitan serta serangkaian nasib buruk yang menimpanya, yakni kehilangan posisi di awal dan turun kembali ke urutan ke-18. Seperti yang sering terjadi, di paruh kedua balapan, dia kemudian menemukan kecepatan yang bagus, lalu bersamaan dengan beberapa kecelakaan yang melibatkan pembalap di depannya, membuatnya finish di sepuluh besar.

“Sayangnya, balapan kami terpengaruh oleh latihan, dimulai dari latihan bebas ketiga (FP3). Tidak dapat memulai lebih jauh di depan membuat saya tidak dapat memanfaatkan laju kami yang cepat. Ketika Anda harus berjuang untuk menyalip, itu memicu serangkaian masalah: Anda kehilangan waktu, suhu ban naik, saya tidak bisa melakukan balap dengan bersih, dan semuanya menjadi lebih rumit. Ini membuat saya marah, karena dalam kondisi yang tepat saya bisa cepat, tapi sesi Sabtu kemarin masih menjadi kelemahan kami,” ujar Maverick Vinales.

Adapun sang wild card Lorenzo Savadori tersingkir tanpa konsekuensi apapun tepat di lap terakhir. Namun, kembalinya dia ke lintasan balap setelah beberapa bulan membuatnya menguji beberapa peningkatan dalam balapan, baik dari segi sasis dan elektronik. Hal tersebut menjadi tugas penting penting untuk terus mengembangkan proyek MotoGP Aprilia.