Seiring akan bergulirnya aturan emisi Euro4 dari pemerintah Indonesia pada 1 April 2022 mendatang, Hino mulai menyiapkan armada dengan tingkat emisi gas buang yang lebih rendah sesuai dengan regulasi Euro4 yang akan diberlakukan di Indonesia. Setidaknya ada 47 varian yang diluncurkan oleh PT Hino Motor Sales Indonesia buatan PT Hino Motor Manufacturing Indonesia sesuai dengan regulasi Euro4. Diantaranya mulai dari light-duty truck Hino Dutro, medium-duty truck Hino Ranger, heavy-duty truck Hino Profia dan Hino Bus.

Berbagai fitur canggih tetap disematkan pada kendaraan Hino Euro4. Mulai dari sasis yang kuat teruji di lapangan, gross vehicle weight (GVW) yang lebih optimal, sistem pengereman yang reponsif menggunakan full air brake dan ABS, hingga sistem bahan bakar injeksi common rail dengan mekanisme 3x penyaringan bahan bakar dan injektor dengan full Diamond Like Carbon (DLC) untuk meningkatkan ketahanan aus terhadap kondisi bahan bakar yang tersedia saat ini.

Namun ada satu fitur baru yang disematkan pada salah satu model Hino Ranger 500 dengan mesin P11-WN 6 silinder segaris berkapasitas 10.520 cc, yakni sistem pendingin gas buang dengan metode penyemprotan cairan AdBlue atau Diesel Exhaust Fluid (DEF) pada bagian manifold knalpot untuk menekan emisi. Sistem ini dinilai saat efektif untuk menekan panas gas buang dari mesin-mesin diesel berkapasitas mesin besar. Di benua Eropa dan Amerika sendiri, cairan AdBlue atau DEF turut dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan mesin dispenser tersendiri.

Cara kerjanya begini, mesin diesel terkini dengan sistem injeksi common rail menggunakan control unit atau Electronic Control Unit (ECU) yang mengatur waktu pembakaran, waktu penyemprotan bahan bakar hingga sistem udara masuk dan gas buang. Saat sisa-sisa pembakaran dibuang melalui jalur klep buang menuju exhaust manifold, memiliki tekanan dan suhu panas yang tinggi. Sehingga saat sebelum masuk ke Selective Catalytic Reduction (SCR) atau yang kita kenal dengan catalytic converter disemprotkan terlebih dahulu oleh cairan AdBlue atau DEF yang terbuat dari proses kimiawi urea untuk menurunkan suhunya dan memisah serta menekan partikel karbon monoksida yang akan dibuang ke udara melalui ujung knalpot. Sangat ampuh untuk menekan emisi karbon dari gas buang kendaraan bermesin diesel kapasitas besar.

Hino di Indonesia turut menggunakan sistem ini untuk model Hino Ranger varian 340 PS seperti Hino Ranger 500 Dump truk FM 340 PL, FM 340 PD dan tractor head FM 340 TH yang butuh output mesin besar. Dii Indonesia sendiri cairan AdBlue atau Diesel Exhaust Fluid ini belum begitu umum di pasaran. Artinya cairan ini belum dijual bebas di banyak tempat. Menurut penelusuran kami, cairan ini bisa didapat sementara melalui jalur belanja online di marketplace dan tempat penjualan onderdil truk atau toko kimia kategori besar.

Cairan tersebut akan disimpan pada sebuah tanki berkapasitas 28 liter yang terletak persis di sebelah tanki bahan bakar utama. Bila cairan tersebut menyisakan 5 liter, maka indikator pada meter cluster akan memberi tanda low. Bagaimana bila cairan tersebut habis? Menurut Rosyid, Product Development Medium Duty and Heavy Duty Truck PT Hino Motor Sales Indonesia, menyebutkan bahwa akan ada gangguan pada sistem elektronik yang mengatur gas buang pada kendaraan. Semisal tanda lampu malfungsi indikator akan hidup dan secara jangka panjang akan mengganggu sistem pembakaran mesin.

Pertanyaannya, bagaimana user atau konsumen Hino bermesin P11-WN mendapatkan cairan AdBlue atau DEF tersebut di pasaran?

“Hino melalui seluruh dealernya di Indonesia akan menjamin ketersediaan cairan AdBlue atau Diesel Exhaust Fluid baik di kota-kota besar maupun kota kecil. Jadi konsumen tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan atau keterbatasan untuk mendapatkan cairan ini. Hino akan terus senantiasa mendukung konsumennya secara maksimal dalam pengoperasian armada Hino demi kelangsungan masing-masing bisnis,” ujar Rosyid dalam peluncuran Hino Euro4 di Purwakarta, Jawa Barat.

Hino terlihat konsisten dalam mengikuti perkembangan armada kendaraan niaga di Indonesia. Soal regulasi Euro4 yang dicanangkan pemerintah Indonesia guna menekan tingkat emisi gas buang kendaraan niaga, diikuti Hino dengan meluncurkan 47 jenis armada baru Euro4 yang seluruhnya sudah menjalani proses uji tipe oleh Kementerian Perhubungan sebelum dipasarkan ke konsumen.