Tepat sebelum peluncuran resminya, para kreator dibalik munculnya MINI electric Cooper SE dibuat kelimpungan soal penyebutan atau penamaan pelek lingkar 17 inci berdesain tak biasa yang menjadi bawaan Hatchback bertenaga listrik itu. Pasalnya MINI telah memutuskan pelek lingkar 17 inci yang bekerja bersama hub roda untuk memproduksi tenaga kinetik menjadi tenaga listrik tersebut dengan nama Corona Wheels.

Nama tersebut telah dipilih MINI jauh-jauh hari sebelum datangnya pandemi virus Corona yang menyerang lebih dari separuh dunia. MINI terpaksa mengganti sebutan nama pelek tersebut menjadi Power Wheels untuk menghindari isu negatif selepas peluncuran MINI electric Cooper SE.

Desain peleknya memang tidak biasa. Bukan model spoke ataupun dish, MINI lebih memilih desain monoblok dengan hanya tiga buah lubang  memanjang sebagai aliran udara pendingin untuk sistem pengeremannya. Pelek ini disinyalir dapat menciptakaan energi gerak menjadi energi listrik untuk mengisi baterai berdaya 32,6 kWh bersama seperangkat hub roda yang menempel pada lengan ayun MINI electric Cooper SE.

Di Amerika Serikat, electric Cooper SE ini dibanderol US$ 30.750 atau setara dengan Rp 473,5 juta kurs saat ini dan masih belum ditambah pajak. Masyarakat negeri Paman Sam menilai harga jual MINI elektrik ini lebih terjangkau ketimbang mobil listrik model lain di pasaran, seperti Nissan Leaf, Chevrolet Bolt EV, Hyundai Kona Electric dan Kia Niro EV.