Selain memajang mobil klasik dan retro dari benua Eropa, pada gelaran The Classic and Prestige Salon pada Essen Motor Show 2016 (26/11 – 4/12) mendatang juga turut dimeriahkan dengan kehadiran sebuah bintang pameran asal Amerika, Chevrolet Monte Carlo.

Sedan beratap targa lansiran 1974 tersebut tampil beraliran low rider dengan corak warna yang atraktif. Dengan gaya khas modifikasi negeri Paman Sam dan Amerika Latin, low rider ini dikirim secara utuh sejauh ribuan kilometer melintasi Samudera Atlantik ke Eropa.

1974-chevy-monte-carlo-1

Pertama kali Chevy dengan julukan ‘Spirit Runner’ ini mulai tersentuh restorasi kustom sejak 2004 silam. Secara keseluruhan, seluruh anatomi dari sedan dua pintu tersebut tak ada yang dibiarkan standar dan telah tersentuh modifikasi bergaya American Style oleh pemiliknya.

Seperti panel dasbor centre facia berlayar digital yang tertanam di bagian tengah, Headunit motorized yang dapat tersembunyi hingga panel doortrim senada dengan kelir bagian luar.

1974-chevy-monte-carlo-3

Ruang mesin berkofigurasi V8, terlihat rapih berkat karya wiretucked yang menyembunyikan seluruh kabel-kabel kelistrikan kendaraan. Di sektor kaki-kaki dan kolong, beberapa peranti mendapat sentuhan krom dengan lapisan dek berkelir setara body dengan pilihan warna biru anodized dan grafis stripping.

Brandon Gonzales, pemilik ‘Spirit Runner’ menyebutkan banyak sekali hal kustom yang dilakukan terhadap Chevy miliknya. Sehingga perlu  12 tahun untuk menyelesaikan modifikasi ‘Spirit Runner’

1974-chevy-monte-carlo-5

Lebih lanjut Gonzales mengungkapkan, “nama ‘Spirit Runner’  merupakan ide dari Ayah Mertuanya. Ia sangat berharap dapat menunggangi Chevy tersebut saat selesai dibangun. Sayangnya Tuhan berkehendak lain, ia terlebih dahulu meninggal sebelum proyek ‘Spirit Runner’ usai,”

Gonzales pun tetap mengusung nama tersebut untuk menjuluki Chevy kesayangannya untuk menghormati semangat dari beliau.

1974-chevy-monte-carlo-4