Courney Love mungkin sudah tidak bersama Kurt Cobain namun dia masih memiliki penggemar loyal. Maka saat sebuah insiden kerusuhan melibatkan dirinya, ratusan tweet dan postingan instagram membanjiri akun resminya. Apakah yang terjadi?
Mirip-mirip dengan kasus pemukulan tukang ojek yang mangkal terhadap salah satu provider ojek di dalam negeri, hal serupa juga terjadi di Eropa, tepatnya di Perancis. Puluhan pengemudi Taksi yang marah turun ke jalanan mengadakan demonstrasi anarkis. Alasan mereka hanya satu, hadirnya layanan UberPOP yang menyediakan layanan murah dan memangkas pendapatan mereka hingga 30 – 40% dalam dua tahun terakhir.
UberPOP adalah sebuah layanan berbagi mobil yang disediakan oleh Uber. Layanan ini memberikan harga transportasi yang lebih murah daripada yang dibayarkan oleh perusahaan taksi biasa, malahan lebih murah dari layanan Uber pada normalnya.
Naasnya pada huru-hara tersebut terjadi, sang rocker terlibat dalam situasi genting tersebut. Taksinya terkepung saat dia akan meninggalkan bandara.  Supir taksinya pun segera disandera dan situasi tampak sangat genting.
“Mereka mengepung mobil kita dan menangkap sang pengendara sebagai sandera. Setelahnya mereka memukuli mobil dengan pemukul besi. Apakah ini Perancis?? Saya merasa lebih aman di Baghdad” kicaunya di akun resmi twitternya, @Courtney, beberapa waktu lalu.
Untungnya wanita berusia 50-tahun ini sukses melarikan diri berkat dua pengendara motor yang membantunya. Namun dia masih menyimpan amarah karena sekumpulan pendemo tersebut masih mengejarnya sambil melempar batu. Padahal mereka berdua sudah melewati dua orang polisi dan para polisi tersebut tidak melakukan apa-apa.
Ujung dari aksi anarkis ini adlaah Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, menyatakan bila UberPOP dilarang di Perancis dan dianggap illegal dan memerintahkan dinas kepolisian untuk menutup usaha tersebut.