Balap mobil listrik memang masih menjadi fenomena baru di industri motorsport dunia. Saat ini satu-satunya balap mobil listrik yang mengusung titel kejuaraan dunia hanyalah Formula E.

Bercita-cita ingin lebih memasyarakatkan balap mobil listrik  ke mata dunia, Alejandro Agag, yang juga seorang founder Formula E, mulai menggaungkan balapan ini dan sekarang ia sedang fokus untuk menggodok cabang lain olahraga balap mobil dengan menggunakan kendaraan listrik yang diberi nama Extreme E.

Berbeda dengan Formula E, Extreme E lebih kepada ketangkasan mengemudi untuk menempuh waktu tercepat hingga ke garis finish di lintasan offroad dengan menggunakan kendaraan listrik bermodel SUV 4×4. Bisa dibilang ini adalah versi ringan dari Dakar Rally atau mirip seperti Rally Raid, namun menggunakan lima atmosfer lintasan yang berbeda dan diselenggarakan di lima negara secara bergantian.

Memang tidak seberat Dakar Rally yang harus menempuh jarak hingga ribuan kilometer dengan tantangan yang mematikan, Extreme E juga punya tantangan tersendiri di setiap serinya. Diantaranya trek bersuhu rendah di Arctic, trek dataran tinggi pegunungan Himalaya, melibas jutaan ton pasir di gurun sahara, menyisir garis batas laut di tepi pantai hingga berjibaku di hutan tropis.

Rencananya, balap yang akan diselenggarakan pada 2021 mendatang ini akan dihelat di lima negara sesuai dengan atmosfernya, yakni trek tepi lautan atau Ocean di Lac Rose, Senegal; trek gurun pasir atau Desert di Shraan, Saudi Arabia; trek pegunungan Glacier di Kali Gandaki Nepal; trek bersuhu minus atau Arctic di Kangerlussuaq Greenland dan trek hutan tropis atau Rainforest di Amazon, Brazil.

Konsepnya, masing-masing balapan hanya akan digelar selama dua hari di akhir pekan Sabtu dan Minggu. Di hari Sabtu, para pembalap akan menjalankan dua kali kualifikasi dan di hari Minggu para pembalap akan menjalani sesi semi final dan final.

Terkait regulasi, setiap tim wajib memiliki dua pembalap satu pria dan satu wanita yang akan mengemudikan mobil secara bergantian sepanjang 16 km di masing-masing sesi tiap lintasan.

Sesuai dengan nama balapannya, Extreme E menggunakan sebuah mobil listrik rakitan yang sudah dihomologasi FIA bernama Spark Odyssey 21. Ini adalah mobil bergaya SUV dengan penggerak 4×4 fulltime bertenaga 400 Kw atau setara 536 bhp dengan bobot hanya 1.650 kg.

Agar kompetisi semakin ketat, seluruh sasis tubular rakitan yang digunakan untuk Extreme E ini diseragamkan dan dibuat oleh Spark Racing Technologies. Sementara untuk baterai dan motor listrik menggunakan produk dari Williams Advanced Engineering dan ban menggunakan lansiran Continental.

Dilansir dari situs resminya, balap seri perdana Extreme E ini akan diselenggarakan pada 22 – 24 Januari 2021 yang akan mengambil tempat bertema laut atau Ocean di Lac Rose, Senegal. Apakah bakal seseru balap reli atau offroad lainnya, kita tunggu saja.