Club style jadi acuan dari builder Kedux Garage dalam ajang Yard Built Indonesia. Dengan basis Yamaha XSR 155 builder asal Bali memberanikan diri untuk membuat motor menjadi lebih liar dari wujud aslinya.

Konsep Skinny Club style sendiri sudah ada sejak 90-an, inspirasinya diambil dari modifikasi era 80-an dan lebih dikenal sebagai ‘Sleeper’. Gaya ini mengadopsi dari kendaraan operasional geng motor Outlaw.

Dinegara asalnya basis dari gaya club style lebih pada basis motor dengan dimensi mesin besar. Tujuannya untuk digunakan dalam perjalanan jauh dan menghindar dari kejaran polisi. Karena jika dilihat dari bentuknya, club style memiliki handling yang baik untuk di dalam kota.

Sejalan dengan itu Bli Komang Gede atau biasa Kedux menjelaskan konsep yang dia pilih untuk Yamaha XSR 155. “Dimensinya tidak terlalu besar, sesuai dengan volume mesin. Saya buat kurus agar bisa dipakai di tengah kemacetan kota. Kenyamanan juga bisa didapat karena didukung posisi tangan rileks, punggung tegak, dan kaki tidak terlalu menekuk. Hampir semua materialnya aluminium buatan tangan,” kata Kedux.

Ubahan yang sangat kentara ada pada bagian kaki kaki, yang mana suspensi depan memiliki ukuran yang lebih panjang. Kenyamanan berkendara juga ditunjang oleh dual suspensi berlabel Ohlins menggantikan monoshock bawaan motor. Kedua roda memiliki ukuran yang berbeda Depan 21 inci dengan lebar 2.15 inci dan belakang 18 inci berprofil 3.00 inci. Masing-masing dibungkus dengan ban berukuran 90/90 dan 150/70.

Penyesuaian ini dibuat berdasarkan postur tubuh dari builder. Sementara untuk penunjang tampilan Headlamp dibuat kotak yang dibungkus cover hitam. Tangki dan jok dirancang secara
handmade dengan desain unik yang ramping. Hasilnya dari ujung depan hingga belakang terlihat langsing.

“Motor-motor custom yang saya bikin selalu terinspirasi dari nama animal atau binatang. Untuk Yamaha XSR 155 ini namanya Black Dog atau ibaratnya anjing hitam yang kurus lincah, dapat melewati jalanan macet dan sempit dengan nyaman,” Tutup Kedux.