Tips Berkendara

Hati-hati jika berkendara sambil telepon.. Alih-alih Anda bisa celaka..

Berbicara dengan menggunakan ponsel saat berkendara dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Menurut survey yang dilakukan di Australia, berbicara dengan orang lain lewat telepon genggam dapat meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan hingga empat kali lipat. Kecelakaan ini terjadi akibat berkurangnya reaksi pengendara ketika harus menginjak pedal rem secara tiba-tiba.

“Sebaiknya jika sedang mengemudi, kita harus fokuskan konsentrasi kita ke jalan. Karena dalam mengemudi itu ada proses mental yang sangat tinggi, dalam bentuk konsentrasi. Berbicara juga membutuhkan proses mental yang sangat tinggi. Nah, karena kalau kita berbicara, kita harus berpikir dan mendengarkan lawan bicara, sehingga kemudian fokus konsentrasinya pecah antara mengemudi dengan berbicara,” jelas Muhammad Rizal. Psi, dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David Strayer, seorang Psychologyst dari University of Utah, menyatakan bahwa ketika berbicara lewat hand phone saat anda berkendara dapat mengurangi reaksi sampai dengan 50%.

Banyak negara telah mengetatkan regulasi yang mengatur tentang penggunaan telpon selular di dalam mobil. Diantaranya adalah Australia, Austria, Belgia, Brazil, Denmark, Republik Cheko, Belanda, Inggris, Jerman, Singapura hingga Filipina. Bentuk peraturannya-pun bervariasi. Untuk Republik Cheko, dan Perancis pengemudi masih dapat menggunakan handphone sambil berkendara. Namun jika terjadi kecelakaan akibat penggunaan tersebut maka pengemudinya dapat dikenakan denda. Sementara untuk Jerman dan Inggris pengendara dapat kehilangan insurance coverage jika mereka terlibat kecelakaan saat menggunakan handphone.

Di Indonesia sendiri memang sudah ada peraturan yang menyebutkan bahwa, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000. Namun undang-undang tersebut tidak menyatakan secara gamblang tentang penggunaan ponsel.

Namun, demi keamanan, Anda disarankan tidak menggunakan telpon genggam saat sedang mengemudi. Sebab,  bukan hanya keselamatan pengendara yang terancam, keselamatan orang lain diluar kendaraan juga dapat terenggut. . “Sebisa mungkin kita menghindari pemakaian telepon genggam saat mengemudi. But if it’s an emergency call, kita dapat sedikit menepikan kendaraan sambil menghidupkan lampu hazard,” ujar Aswin Bahar, instruktur senior di Aswin Safety Driving Course.

Untungnya, seiring berkembangnya teknologi informasi, banyak produsen-produsen telpon selular di seluruh dunia sudah mengembangkan berbagai aksesoris yang dapat membantu pengguna kendaraan bertelepon ria saat sedang mengemudi. Namun tentunya sangat disarankan untuk menepikan sejenak mobil kesayangan saat ada panggilan telepon masuk atau melakukan panggilan keluar.

foto: www.digitaltrends.com