Mobil berpenggerak motor listrik yang kita ketahui bekerja tanpa adanya cairan pendingin untuk radiator. Nyatanya mobil listrik murni atau Electric Vehicle masih membutuhkan cairan pendingin, hanya saja bukan sebagai pendingin mesin melalui radiator melainkan sebagai pendingin baterai.

Baterai pack lithium yang terdapat di mobil bertenaga listrik membutuhkan pendingin sepanjang kinerjanya. Arus besar yang masuk dan keluar dalam satu waktu membuat baterai mudah kepanasan. Dalam hal ini, air berfungsi sebagai media pendingin yang memiliki jalur khusus seperti water jacket pada blok mesin untuk menjaga suhu baterai.

Hal ini disampaikan oleh Putra Samiaji, Head of Service Departement PY Hyundai Motors Indonesia (HMI) di Sirkuit Sentul akhir pekan lalu, Jumat (18/3). Menurutnya baterai yang bertugas untuk menyimpan dan menyalurkan daya pada mobil listrik Hyundai Kona dan Hyundai Ioniq juga membutuhkan pendingin untuk menjaga temperatur kerjanya. Cairan khusus digunakan untuk disalurkan ke jalur khusus di sekitar baterai untuk menjaga suhunya tetap normal.

Cairan pendingin tersebut bukanlah cairan biasa, melainkan cairan dengan kandungan khsusus untuk pendingin baterai dengan fitur anti beku. Cairan ini memiliki umur yang cukup panjang sehingga tidak perlu sering diganti.

Masih menurut Putra, Hyundai menggaransi baterai pada Kona elektrik dan Ioniq elektrik hingga 60.000 Km. Umur tersebut setara dengan masa penggantian cairan pendingin yang dianjurkan untuk melakukan penggantian setiap 60.000 Km.