Pertama kali muncul di publik Amerika Serikat (AS) Hyundai Palisade, SUV ini tampak terlihat sangat bongsor. Sempat terlintas di pikiran kami, Hyundai Palisade memiliki dimensi yang mirip-mirip dengan SUV lokal AS seperti GMC Yukon XL atau Ford Expedition XL.

Nyatanya ia tidak sebesar itu. Kami berkesempatan melihatnya secara dekat lewat invitasi yang diberikan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) di Jakarta akhir pekan lalu.

Hyundai Palisade telah sampai dan mulai dijual secara resmi oleh HMID. Ada tiga varian yang dapat dipilih oleh konsumen, jika membeli SUV bongsor ini. Paling murah adalah tipe Prime dengan harga Rp 777 juta, diatasnya adalah Signature dengan banderol Rp 888 juta dan paling mahal adalah Signature AWD seharga Rp 1,078 miliar. Seluruhnya merupakan harga on the road.

Tampangnya tegas dengan garis-garis krom mendominasi di depan dan samping. Gaya seperti ini bisa dibilang sudah menjadi tren desain SUV gambot di negeri Paman Sam. Hyundai memang memiliki perhatian khusus terhadap konsumennya disana mengingat penjualannya cukup laris di AS.

Sebagai model paling mahal dari Hyundai, Palisade sangat menawarkan kemewahan dan kemegahan. Khusus di tipe Signature, konsumen dapat memilih model interior yang disuka dengan tiga pilihan kombinasi. Hitam-hitam, hitam-merah marun dan navy blue-beige.

Duduk di dalam Hyundai Palisade sungguh terasa duduk di kabin mobil premium. Dengan kursi berdimensi lebar, multi pengaturan dan bahan kulit yang lembut berpadu dengan plafon berbahan suede.

Kursi depan bertaburkan fitur pengaturan elektrik dan memiliki pendingin udara dan pemanas tersendiri. Sayangnya kursi belakang captain seat masih harus dioperasikan secara manual.

Meski demikian, duduk di baris kedua Hyundai Palisade bisa dibilang sangat mengakomodir kenyamanan dan keergonomisan tersendiri. Kontrol pengatur penyejuk ruang belakang mudah diakses oleh para penumpang baik di kiri atau di kanan.

Hyundai Palisade memiliki fitur sunroof di bagian depan dan panoramic roof di baris belakang. Mengoperasikannya pun cukup mudah karena tersentralisir di bagian depan.

Dengan mesin 2,2 litre CRDi, Hyundai Palisade sungguh tidak kekurangan tenaga. Akselerasi cukup responsive dengan tenaga 197 dk dan torsi 440 Nm. Embusan turbocharger dengan sistem injeksi commonrail diesel adalah peranti yang mendukung performa mesinnya.

Sudah tidak ada lagi tongkat mekanis pemindah gigi atau perseneling di konsol tengah Hyundai Palisade. Sebagai pengganti, Hyundai menyematkan tombol selektor ekstra besar P, R, N dan D sebagai kontrol. Parking Brake juga mendapatkan tenopat khusus di sisi kanan pengemudi dengan fitur Auto Hold.

Di tipe Signature AWD, Hyundai Palisade punya empat mode berkendara dengan dua tambahan tiga fitur Terrain Mode. Yakni Smart, Sport, Eco dan Comfort serta Terrain Mode untuk Sand, Snow dan Mud.

Hyundai sungguh memberikan kemasan yang berbeda terhadap Palisade. Meski dimensinya cukup besar namun masih memberikan rasa berkendara yang menyenangkan dan mudah untuk diajak bermanuver.

Maka tak heran bila banderolnya pun selangit. Namun setimpal dengan yang didapatkan.