Adira Insurance memberi penghargaan bagi setiap daerah yang dinilai aktif meningkatan keselamatan lalu lintas lewat acara Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2015 yang puncaknya dilaksanakan pada Kamis, 3 Desember 2015 di Jakarta. Acara ini dianggap sebagai contoh sinergi lintas sektor terkait perwujudan lima pilar keselamatan di jalan.

Hal itu diutarakan oleh wakil badan kesehatan dunia WHO untuk Indonesia Sharad Adhikary saat membuka acara. “IRSA merupakan contoh kolaborasi sektor swasta, pemerintah, serta komunitas lokal untuk menekan fatalitas dari kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Adapun, lima pilar yang dimaksud adalah manajeman keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Indonesia telah mengadopsi kelimanya yang dimasukkan ke dalam Rancangan Umum Keselamatan Jalan (RUNK). Dan dijadikan acuan dalam melakukan evaluasi tata kelola keselamatan di jalan setiap daerah finalis IRSA. Tercatat, ada 76 daerah yang terdiri dari kota atau kabupaten ikut serta dan bersaing dalam lima kategori.

Kota Surabaya berhasil jadi yang terbaik dalam penerapan lima pilar untuk kategori Kota dengan Jumlah Penduduk di Atas 1 Juta, Balikpapan untuk Kota dengan Jumlah Penduduk di Bawah 1 Juta, Jepara untuk Kabupaten dengan Jumlah Penduduk di Atas 1 Juta, dan Hulu Sungai Selatan, Kalsel sebagai juara kategori Kabupaten dengan Jumlah Penduduk di Bawah 1 Juta.

Di kategori khusus, Kabupaten Kudus meraih penghargaan Inovasi Terbaik dalam Tata Kelola Keselamatan Jalan serta Kota Tangerang dianugerahi sebagai juara kategori Indeks Total Keselamatan Jalan Terbaik

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang turut menghadiri puncak acara Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2015 mengatakan bahwa acara semacam ini memang diperlukan untuk melengkapi upaya pemerintah pusat yang banyak tersita pada moda laut dan udara. Namun bukan berarti pihaknya lepas tangan terkait tingginya jumlah fatalitas di jalan.

“Di tahun 2019 kita berusaha mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas sebanyak lima puluh persen dari angkat tahun 2014 (30.000),” tegasnya. Salah satu cara yang sedang diupayakan ialah penerapan batas kecepatan di setiap kelas jalan.