Pemerintah Uni Emirat Arab mengambil tindakan tegas bagi warganya yang ikut melakukan “Kiki Challenge”. Fenomena di mana pengguna media sosial beramai-ramai melakukan tarian diiringi lagu In My Feelings dari penyanyi Drake.

Permasalahannya, tarian tersebut dilakukan di jalan raya. Mereka keluar dari mobil yang berjalan pelan dan menari di sebelah mobil sambil membiarkan pintu tetap terbuka.

“Mereka yang berpartisipasi pada tantangan ini keluar dari mobil yang berjalan dan menari di samping mobil di jalan publik yang mana membahayakan diri mereka juga pengguna jalan lainnya,” terang seorang sumber yang dikutip dari NDTV.

Pemerintah Uni Emirat Arab disebut telah menahan tiga nama tenar pengguna media sosial asal negara federasi tersebut, walau tak disebutkan secara pasti nama-nama yang ditangkap. Selain atas alasan keselamatan dan ketertiban umum, tindakan mereka juga dianggap bertentangan dengan moral publik di sana.

Dari sumber yang sama, pemerintah Uni Emirat Arab menerapkan hukuman berupa denda atau kurungan penjara buat warganya yang melakukan “Kiki Challenge”.

Di Indonesia sendiri, trend “Kiki Challenge” juga sudah sampai ke telinga penegak hukum tanah air. Sama seperti di Uni Emirat Arab, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga melarang masyarakat Indonesia melakukan tarian “Kiki Challenge” yang tengah viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Mako Penmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan bahwa tantangan ini tidak ada manfaatnya sama sekali untuk masyarakat. Menurutnya, larangan “Kiki Challenge” sudah tertuang pada Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Pasal 238 jo Pasal 06 ayat (1) yang mengatur pengendara kendaraan bermotor untuk tidak melakukan kegiatan lain saat mengemudi.

Iqbal menuturkan,tindakan tegas dilakukan dimaksudkan untuk melindungi para pengguna jalan. Tarian “Kiki Challenge” dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan jika dipraktikkan di jalanan. Biasanya pengendara atau penumpang melakukan tarian ini sambil keluar dari mobil dan melakukan tarian sembari mobil terus berjalan perlahan. “Gara-gara itu yang lain bisa tabrakan,” sebut Iqbal.

Menurut Iqbal, tarian itu sangat berbahaya. “Pakai ponsel saat berkendara saja tidak boleh. Apalagi ini merekam video sambil mobil tetap jalan.”  Malahan, hal tersebut dinilai bisa membuat kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Mengingat hal itu bisa mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi. Jika nekat melakukan pelanggaran, si pelanggar bisa didenda maksimal Rp 750.000.