Semangat begitu membuncah tatkala menerima undangan elektronik dari Aspira Astra untuk menyaksikan secara langsung gelaran MotoGP Indonesia Series di Sirkuit Mandalika. Bagaimana tidak, event balap motor kasta tertinggi ini begitu dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia.

Begitu pula para pembalap dan tim yang ada di kelas Moto3, Moto2 dan MotoGP, sangat menantikan kompetisi ini berlangsung di sirkuit internasional baru milik Indonesia yang punya pemandangan pantai yang keren. Surat elektronik langsung Thegaspol.com balas yang berisi konfirmasi kehadiran.

Hal paling menarik dari datangnya undangan ini, kami bukan hanya mendapatkan tiket untuk di duduk di tribun seksi Grandstand B. Ternyata, awak redaksi Thegaspol.com juga berhak atas satu buah ID Pass berwarna hijau bertuliskan Guest. Di mana bila mengalungi kartu identitas tersebut kami bisa melanglang buana di area paddock untuk melihat-lihat isi paddock tim Gresini Racing yang disponsori oleh Aspira Astra dan menikmati hospitality-nya.

Hari yang ditunggu tiba. Kami bertolak ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok tepat pukul 16:35 dari Cengkareng pada Sabtu, 19 Maret 2021. Artinya kami hanya punya satu hari yakni, Minggu (20/3) untuk mengeksplorasi dengan cepat seisi paddock tim Gresini Racing termasuk berbincang dengan petinggi timnya. Sayangnya, jelang waktu kelas MotoGP dimulai, kami diperbolehkan masuk ke paddock namun tidak untuk mengabadikan atau mendokumentaikan sesuatu terkait aturan yang ketat.

Saat di dalam paddock, waktu yang ada dimanfaatkan untuk sedikit berbincang dengan Carlo Merlini, tim manajer dan pemasaran Gresini Racing, serta Nadia Padovani, istri mendiang Fausto Gresini yang wafat pada Februari 2021 lalu, yang kini menjabat sebagai pimpinan tim Gresini Racing.

Sepanjang balap kelas MotoGP dimulai selepas hujan lebat, kami menikmatinya dengan berpindah tempat di area paddock. Yakni di sisi tikungan akhir atau tikungan 17, dari bagian belakang paddock dan ruangan hospitality. Bagian paling akhir yang kami sebut atau hospitality, adalah bagian terbaik. Di mana saat siang hari tatkala panas matahari begitu menyengat dan saat hujan lebat turun di sore hari, menjadi tempat yang kami andalkan untuk berteduh.

Tak semua orang bisa masuk ke dalam ruang hospitality tersebut. Hanya pihak yang mengalungi identitas tertentuyang dapat masuk, termasuk kami salah satunya yang diperkenankan masuk. Ruang ini hadir untuk memberikan kenyaman bagi para pemangku hajat yang hadir di srkuit saat berlangsungnya balapan.

Dinginnya sistem penyejuk udara membuat suhu ruangan begitu nikmat saat panas. Di dalam ruang hospitality tersedia berbagai makanan, minuman dan meja untuk para seluruh tim Gresini Racing serta pendukungnya.

Menariknya, meski ruang hospitality dirancang untuk para tim Gresini Racing dan pendukungnya, menu makanan yang disajikan oleh juru masak ternama dari Servino and Son justru menyajikan makanan utama dengan gaya Indonesia. Rendang, ikan kuah kuning dan ayam goreng asam manis. Tersedia juga salad segar bagi para vegan. Menurut sang koki, Mr. Servino, menu makanan ini sama dengan yang dikonsumsi oleh para pembalap seperti Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio.

Kami acungkan dua jempol untuk menu makanan penutupnya. Beberapa makanan bercita rasa manis dan asin bergaya internasional hadir di meja hidang makanan. Cake almond dengan bagian dalam yang lembut, chocolate truffle hingga bruschetta dan kacang pistachio. Bagian ini seolah-olah ingin memanja para kru yang mayoritas berkebangsaan Italia.

Di ruangan itu pula kami berjuma dengan Yusak Kristiani Solaeman, Direktur PT Astra Otoparts sebagai pemegang merek Aspira Astra yang mengajak kami hadir langsung di Sirkuit Mandalika. Sungguh ini sebuah pengalaman spesial bagi kami, setelah absen menyaksikan MotoGP secara langsung di tanah air.