DSC_0573

Meski Mercedes-Benz E-Class seri terbaru sudah dijual oleh APM Mercedes-Benz di Indonesia, tapi Benny Rustanto tetap setia dengan mobilnya yang berkelir hitam ini. “Saya belum tergoda dengan yang model barunya, saya masih penasaran mau memodifikasi yang ini dulu,”ujarnya.

DSC_0586

Mirip dengan konsep modifikasi VW Tiguannya, Benny memilih konsep modifikasi minimalis namun terlihat elegan dan fungsional. “Saya tidak mau modifikasi yang menyusahkan, terbukti mobil ini saya pakai harian meski sudah dimodifikasi hehehe,” kekeh pria ramah ini.

DSC_0588

Tak pakai lama, Benny pun langsung pergi ke Permaisuri Ban BSD untuk berkonsultasi dengan Sukmono, punggawa Permaisuri Ban BSD yang sudah jadi karibnya sejak lama. “Benny itu senang velg yang elegan dan terlihat mewah, “ujar Mono, sapaan akrabnya. Akhirnya velg Avantgarde 20 inci dengan lebar 8,5+10 menjadi pilihan Benny. Velg ini kemudian dibalut ban Falken Azenis FK453 245/30ZR20 dan 275/30ZR20. Mewah!

DSC_0585

Selain velg, Benny masih terobsesi memodifikasi dengan parts orisinal dari tipe mobil yang sama dengan yang kastanya lebih tinggi. Pria ramah ini pun langsung pergi ke dealer Mercedes-Benz PT. Adedanmas di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan. Benny membeli diffuser belakang berikut tail pipe trapesium orisinal Mercy E300 setelah tahun 2011.

DSC_0577

Belum cukup, Benny pergi ke PT. CaR yang juga masih dealer resmi Mercedes-Benz di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat. “Saya pasang TV monitor dengan sistem android berikut M2V-nya,”tuturnya. Mumpung masih disana ia juga memasang power back door orisinal Mercy E-Class. “Jadi sekarang buka bagasi tinggal pencet tombolnya saja, “bangganya.