Karakter tanah permukaan di wilayah konstruksi yang tidak rata, membuat kinerja truk pengangkut material jadi berat. Tidak sedikit komponen di dalam peranti penggerak roda atau gardan yang berumur pendek lantaran tersiksa saat pemakaian.

Dalam perkembangannya, produsen kendaraan niaga atau komersil, mencangkok fitur penyelaras putaran as roda dan gigi gardan agar kinerjanya seimbang. Bahasa teknis yang paling sering didengar adalah Differential Lock, mirip seperti yang ada di gardan jip offroad. Dengan begitu saat salah satu sisi roda terjebak dalam medan jalan yang lunak, sisi roda lainnya mampu memberikan bantuan putaran agar melepaskan truk dari jebakan medan jalan.

Di unit truk Mercedes-Benz Axor, fitur ini memang sudah disematkan sejak lama. Kalau kami tidak salah fitur yang diberi nama Inter Shaft dan Inter Axle ini ada pada truk Mercedes-Benz Axor sejak sebelum 2016 lalu. Namun kami baru bisa mencobanya secara langsung, saat PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) merilis varian truk baru Mercedes-Benz Axor dengan standar emisi gas buang yang lebih baik lagi, yakni Euro 4 di Tangerang Selatan, Selasa (7/6).

 

Sejatinya fitur Inter Shaft dan Inter Axle ini akan sangat berguna pada model truk Mercedes-Benz Axor dengan nomenklatur 2528 C yang berarti Construction Model. Ada di varian 2528 CX untuk model sasis rigid dump truk, juga ada di varian 2528 RMC untuk model sasis rigid truk Ready Mix pembawa cairan beton, juga di varian 2528 CH untuk model sasis rigid pembawa tanki. Namun demikian, fitur ini juga terdapat pada model sasis rigid 6×4 untuk operasi jalan raya seperti di model 2528 R dan 2523 R alias Road Model.

Fitur Inter Shaft dan Inter Axle ini hanya tersedia di truk Mercedes-Benz Axor pada tipe asis rigid dengan gardan belakang ganda, atau penggerak 6×4 yang dikenal dengan sebutan tronton. Sesuai Namanya, fitur Inter Shaft berfungsi untuk menyelaraskan putaran antara roda sisi kiri dan kanan. Sementara Inter Axle fungsinya menyelaraskan putaran gardan depan dan belakang pada sisi roda belakang.

Sesuai tugasnya yang terbilang heavy duty, keberadaan fitur pengunci gardan tersebut dapat memudahkan kinerja truk saat beroperasi di medan berat atau offroad. Dengan mengaktifkan saklar di sisi kiri meter cluster, maka fitur ini akan bekerja meringankan putaran gardan roda belakang agar traksi truk di medan berat tetap terjaga. Saat mengaktifkannya, pastikan posisi transmisi berada di Netral dengan injakan kopling bebas.

Posisi saklar tertinggi maka fitur ini akan menyatakan status off, tidak ada indikator apapun yang menyala di meter cluster. Sedangkan posisi saklar dipencet ke bawah satu kali, maka fitur Inter Axle akan bekerja yang ditandai dengan adanya lampu indikator pada meter cluster. Sementara saat saklar berada di posisi pencetan dua kali, maka fitur Inter Shaft akan bekerja yang ditandai dengan adanya lampu indikator di meter cluster dan bunyi beep sepanjang fitur digunakan.

Bunyi beep saat fitur Inter Shaft bekerja merupakan sebuah tanda bahwa fitur ini tidak boleh digunakan secara terus menerus. Sebaiknya fitur ini digunakan saat truk berjalan dalam posisi lurus ke depan atau mundur ke belakang. Jika menggunakan fitur ini saat truk bermanuver atau berjalan sepanjang proyek konstruksi, maka salah satu sisi as roda akan bergerak tarik menarik. Tidak butuh waktu yang lama untuk membuat as roda dan gigi reduksi mengakhiri hidupnya.

Mengemudikan truk memang bukan keseharian kami, namun demikian adanya fitur Inter Shaft dan Inter Axle pada Mercedes-benz Axor Euro 4 ini dapat memudahkan kami melakukan pengetesan melalui lintasan buatan yang dibuat persis dengan kondisi di lapangan. Dengan begitu, saat operator atau pengemudi truk menemukan lintasan yang sulit, seperti misalnya kubangan air yang cukup dalam dengan tanah lunak, lubang atau sisi jalan yang tidak rata di sisi kiri dan kanan yang membuat gerakan truk fleksibel, tikungan dengan sudut kemiringan tertentu atau bahkan tanjakan terjal, jadi bukan masalah. Semua dapat mudah dilewati meski dengan muatan.

Tidak semua kendaraan niaga dari merek lain di segmen Medium Duty Truck yang memiliki fitur pembantu operasi seperti ini di Indonesia. Apalagi kini Mercedes-Benz Axor telah lulus sertifikasi emisi Euro 4, di mana gas buangnya jadi lebih ramah lingkungan dengan konsumsi bahan bakar yang kian efisien Hal ini menjadi sebuah keunggulan bagi Mercedes-Benz Axor untuk menjadi sebuah armada operasional tangguh yang makin diminati bagi para pengusaha di ladang konstruksi.