Ditengah merosotnya harga minyak dunia hampir mencapai 60%, beberapa perusahaan minyak asing mulai mengurangi produksinya karena permintaan yang juga menurun. Diantaranya bahkan ada yang mengambil tindakan hingga mengurangi jumlah pekerjanya secara signifikan.

Berbeda dengan PT Pertamina (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang minyak dan gas bumi ini tak merasakan imbas serupa dengan perusahaan minyak asing lain. Yang terjadi justru perusahaan nasional ini malah meningkatkan produksinya, pada produk bahan bakar Pertalite.

“Sebetulnya ini diluar dugaan kami. Saat perusahaan lain menekan angka produksi akibat rendahnya permintaan, kami justru meningkatkan produksi pada Pertalite hingga hampir tiga kali lipat,” ungkap Wiyanda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Pertamina sendiri mencatat, penjualan Pertalite melonjak hampir 300% selama awal dipasarkan hingga kini. Sejak pertama diluncirkan, Pertalite terjual sebanyak 3.500 liter per hari, sementara saat ini, Pertalite terjual sudah mencapai 10.000 liter dalam sehari secara nasional.

Wiyanda menambahkan, masyarakat zaman sekarang sudah lebih pandai dan memahami mana bahan bakar yang baik untuk kendaraannya. Sebagai perusahaan pengelola minyak dan gas negara memiliki komitmen yang besar untuk perkembangan bangsa ini dan bertanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan hasil bumi kearah yang lebih baik.