“Saya ingin memecahkan rekor Munro, itulah mengapa saya memulai proyek ini dan pasti saya bisa mengakhirinya,” ucap Sam Marsden lantang di Belfast, Irlandia Utara. Bagi Sam Project Velocity adalah pertaruhan besar akan segala yang dia miliki, baik itu harga diri, tenaga, uang, waktu dan juga hidupnya.

Terlahir sebagai seorang anak yang divonis menderita disleksia kala berumur 10 tahun adalah hal sulit bagi Marsden. Rekomendasi dari lingkungan sekitar menyarankannya untuk menjadi ‘Bin Man’ dan belajar di sekolah sekunder. “Kebanyakan anak muda seperti saya akan mengalami kesulita dalam pendidikan. Akan lebih mudah untuk menyerah dan tidak mencoba untuk melampaui segala hal yang menghalangi rintangan,” kenang Sam.

project velocity skech

Akan tetapi Sam bersikeras untuk mencoba. Dia mendapat kesempatan belajar di sekolah Grammar hingga mampu melanjutkan ke Queen’s University untuk belajar teknik mesin. Impiannya pun terwujud dan menjadi lebih besar saat bertemu dengan Profesor Gordon Blair.

“Saya bertemu Professor Blair saat masih di sekolah. Karena minatnya di sepeda motor kami membicarakan tentang rekor Munro. Bagi saya waktu itu ini hanya sebuah impian kosong namun ketika salah satu teknisi terbaik di dunia memberitahumu bila sebuah hal bisa dilakukan, kamu akan berpikir uang bila itu bisa diwujudkan,” jelas Sam.

project_velocity_student_660

Herbert James “Burt” Munro adalah inspirasi bagi Blair dan Sam. Dia adalah seorang pebalap motor asal Selandia Baru yang dikenal berkat pemecahan rekornya di Bonneville, AS pada 26 Agustus 1967 di atas motor 1,000 cc. Rekornya masih bertahan sampai sekarang sampai-sampai diabadikan dalam film berjudul The World’s Fastest Indian yang rilis di tahun 2005.

“48 tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk sebiuah rekor dapat bertahan,” ujar Sam dengan sedikit kesal. Burt Munro mencetak rekor tersebut dengan kecepatan 296 km/jam yang setidaknya dapat dipatahkan dengan beberapa puluh kilometer per jam lebih cepat. Yang menjadikan rekor Munro dapat bertahan sangat lama adalah regulasi pemecahan rekor yang terus berkembang seiring dengan jaman. Meski begitu Sam dan teman-teman sekampusnya di bawah payung Project Velocity berencana memecahkannya pada Oktober 2015 mendatang.

ProjectVelocityJuly15

“Kami telah menyelesaikan desain dari sepeda motor ini menggunakan alat simulasi komputer yang disediakan Queen’s University Belfast. Simulasi tersebut dimaksudkan untuk menguji kapabilitas kami untuk memecahkan rekor ini. Sekarang kami sedang berada dalam proses membangun dan sangat membutuhkan bantuan untuk ini,” jelasnya.

Project Velocity jelas memerlukan tambahan uang untuk membawa beragam peralatan dari Irlandia Utara ke Amerika. Mereka sangat berharap datangnya bantuan finansial hingga sanggup mewujudkan impian dan ambisi mereka sesuai dengan jadwal yang mereka tetapkan.