Motor terakhir yang diboyong Piaggio Indonesia adalah Aprilia Tuono 660. Aprilia Tuono 660 merupakan pengembangan tampilan dari Aprilia RS 660 yang memiliki tampilan sport fairing. Sedangkan untuk harganya jauh lebih murah hingga Rp 30 juta.

Dimulai dari sisi tampilan, gaya naked yang diusung merupakan tampilan untuk selera pasar Eropa. Namun bagaimana dengan pasar Indonesia? Seperti yang sudah Anda ketahui, tampilan naked di Indonesia identik dengan batok lampu yang terpisah dari bodi samping.

Sementara Aprilia Tuono 660 masih dikemas dengan lampu depan yang menyatu dengan fairing samping. Anda sebagai penggemaar otomotif tentunya harus bisa menerima tampilan dari Aprilia Tuono 660 yang didaulat bergaya naked. Tentunya ini menjadi tampilan naked yang anti mainstream bagi pasar Indonesia.

Namun jika dilihat dari sisi kenyamanan dan sektor mesin, Aprilia Tuono 660 terbilang masuk dalam kriteria motor naked bike idaman. Perbedaan utama Aprilia RS 660 dan Tuono 660 itu ada tiga indikator. Pertama adalah posisi berkendara. RS 660 memiliki posisi riding yang lebih aktif, sedangkan Tuono 660 memiliki posisi riding yang lebih tegak. Jadi walau dengan posisi riding yang berbeda, kedua model ini tetap menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman dan menakjubkan,” ujar Andre Sanyoto selaku Marketing Director PT Piaggio Indonesia.

 

Aprilia Tuono 660 dan Aprilia RS 660 memiliki 5 perbedaan mencolok antara keduanya, yakni posisi setang, kaca spion, windscreen, fairing samping, dan jok penumpang. Aprilia Tuono 660 dibekali mesin 659 cc, parallel twin, 4-Tak, DOHC, 4-katup per silinder, dan standar emisi Euro 5. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 95 dk pada 10.500 rpm serta torsi 67 Nm pada 8.500 rpm. Tenaga tersebut dipadu sistem transmisi 6-percepatan.

Sementara untu harga Aprilia RS 660 dipasarkan Rp 650.000.000 dan Tuono 660 dibanderol Rp 630.000.000 on the road Jakarta. Untuk pilihan warna ada dua pilihan yakni Concept Black dan Iridium Grey.

Data spesifikasi Aprilia Tuono 660: Mesin: Aprilia forward-facing parallel twin, four stroke, liquid-cooled with radiator and water-oil heat exchanger, DOHC with silent chain on the right side, four valves per cylinder. Kapasitas mesin: 659 cc
Tenaga maksimal: 95 tk @10.500 rpm
Torsi maksimal: 67 Nm @8.500 rpm
Rangka: Aluminium dual beam chassis with removable seat-supporting subframe
Throttle body: Two 48 mm throttle bodies, Ride-by-wire management
Transmisi: 6 gears
Suspensi depan: Kayaba 41 mm upside down fork with top out spring, Aluminium pins to fasten radial callipers. Adjustable extension and spring pre-load 110 mm wheel travel
Suspensi belakang: Asymmetrical aluminium swingarm. Single shock and top out spring with adjustable extension and spring pre-load
Rem depan: 320 mm diameter double disc. Brembo radial callipers with 4 horizontally opposed 32 mm pistons. Radial pump master cylinder and metal braided brake hose
Rem belakang: 220 mm diameter disc. Brembo radial callipers with two 34 mm separate pistons.
Roda depan: 3.5”X17” rims in aluminium alloy – Tubeless radial tyre, 120/70 ZR 17
Roda belakang: 5.5”X17” rims in aluminium alloy – Tubeless radial tyre, 180/55 ZR 17
Tinggi jok: 820 mm
Kapasitas tangki bensin: 15 L (1 L cadangan)
Berat kosong: 183 kg Perangkat elektronik: APRC suite includes ATC (traction control), AWC (wheelie control), AEB (engine brake) AEM (engine mapping), ACC (cruise control), 5 Riding modes (Road and Track, 3 pre-set and 2 customisable)