Cita-cita mulia ini datang pada empat atau lima tahun lalu. Rolls-Royce Motor Cars, perusahaan pembuat mobil mewah asal Inggris ingin membuat sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang mendapat tempat di hati orang banyak. Sesuatu yang sangat berguna.

Sebuah tim kecil dibentuk. Tugasnya tentu membuat sebuah mobil. Namun bukan smebarang mobil.

Kali ini mereka ditantang untuk membuat sebuah Rolls-Royce mungil yang peruntukannya bagi anak-anak. Tujuannnya adalah charity atau sumbangsih bagi sebuah Rumah Sakit.

Modelnya harus klasik dan identik dengan The Spirit of Ecstasy khas Rolls-Royce. Sekurang-kurangnya 400 jam dihabiskan untuk mobil mungil bertenaga listrik yang kemudian diberi nama Rolss-Royce SRH.

Tim kecil merancang dan membangun rangka bodi sesuai personalisasi dalam bahan fiberglass yang diperkuat dengan serat karbon, lengkap dengan gril Pantheon yang ikonik. Strip kap mesin adalah potongan dari mobil Rolls-Royce asli. Kelir two-tone diterapkan persis seperti pada ukuran fullsize dengan sepakbor, kursi dan interior yang senada agar sempurna.

Kursinya dibuat dengan tangan dari kayu, dengan bantalan berlapis vinil. Untuk kebutuhan medis, bahan yang digunakan mengadopsi model anti jebakan kotoran agar mudah disterilisasi. Tim juga merancang lubang kaki aluminium khusus yang dapat diangkat untuk dibersihkan.

Sesuai dengan proyek bespoke, sejumlah komponen dibuat secara individual, termasuk pelat tapak buatan tangan, dasbor cetak 3D, tutup roda dan spacer, serta potongan trim. Sebagai Rolls-Royce sejati, ia dilengkapi dengan maskot Rolls-Royce yang diukir dengan laser.

Tenaga listrik memberikan pengalaman berkendara Rolls-Royce tanpa suara yang otentik. Kecepatannya terbatas, hanya 4 mph.

Andrew Ball, Head of Corporate Relations, Rolls-Royce Motor Cars, menyimpulkan, dalam desain, material, dan pembuatannya, ini benar-benar miniatur sebuah Rolls-Royce.

Model yang di personalisasi khusus tersebut dibuat untuk Rumah Sakit St Richard di Chichester, Inggris. Tugasnya untuk membawa pasien muda di unit bedah pediatrik menuju ruang teater operasi dengan dikemudikannya sendiri. Ide sederhana namun cerdik ini mengubah apa yang seharusnya menjadi momen yang mencemaskan dan mengintimidasi menjadi pengalaman yang benar-benar berkesan dan menyenangkan bagi anak-anak, orang tua dan staf mereka.

Seperti yang dikatakan pendiri Sir Henry Royce, hal-hal kecil membuat kesempurnaan, tetapi kesempurnaan bukanlah hal kecil.