Aspek keamanan merupakan fokus utama Daimler. Mereka berprinsip, bahwa pencegahan kecelakaan merupakan langkah paling tepat untuk menyikapi isu keamanan berkendara. Pencegahan yang dimaksud adalah kesiapan para pengemudi untuk menjalankan tugasnya di jalan raya.

Terutama bagi pengemudi yang bertugas mengendarai kendaraan komersial, seperti truk atau bus. Beberapa aspek yang harus dipenuhi untuk menunjang kesiapan pengemudi tersebut diantaranya, kesehatan, kesejahteraan, lokasi kerja, dan sistem operasi keamanan kendaraan.

Maka itu, selama ini Daimler selalu berusaha menciptakan van, bus, dan truk yang didesain sebagai “driver vehicle.” Yang artinya, kendaraan tersebut harus menunjang kenyamanan dan keamanan mereka yang bertugas di balik kemudi. Yang tak kalah penting adalah karakteristik pengendalian yang didesain untuk memudahkan pengemudi dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari.

Dalam rilisnya, di negeri asalnya sana Daimler mengaku memberi dukungan bagi pengemudi kendaraan komersial kategori apapun lewat pelatihan yang diberikan oleh instruktur profesional. Pelatihan yang diberikan termasuk langkah yang harus dilakukan kala menghadapi situasi darurat dengan cepat namun tetap tenang. Karena pada akhirnya, semua tanggung jawab perihal keamanan ada di pundak para pengemudi.

Setelah itu, barulah fokus pada teknologi. Lewat kampanye “Shaping Future Transportation,” selain memberi pelatihan Daimler juga melengkapi produk kendaraan komersialnya dengan sistem bantuan seperti Blind Spot Monitoring SystemMirror CamActive Brake Assist, serta Lane Assist yang diharapkan mampu membawa sistem keamanan kendaraan komersial ke tingkat yang lebih tinggi.

Langkah ini merupakan upaya berkelanjutkan untuk mewujudkan cita-cita accident-free Daimler seperti yang diutarakan oleh Dr. Wolfgang Bernhard selaku Member of the Daimler Board of Management for Trucks and Buses. “Visi berkendara bebas kecelakaan adalah dorongan kami. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan sistem keamanan baru dan meluncurkannya ke pasar,” katanya.

Walau nyatanya, beragam inovasi tersebut tidak langsung bisa diaplikasikan di Jerman. Salah satu hal yang kerap menjadi batu sandungan adalah peraturan. Maka, tak munafik Daimler juga membutuhkan atmosfir politik yang bersahabat. Untuk mengatasinya, Daimler akan terus mengambil peran aktif dalam dialog-dialog sosial.