Ada beberapa poin menarik kala CEO Honda yang baru, Takahiro Hachigo memberikan Pidatonya  dalam sebuah konferensi pers yang digelar di markas Honda, Tokyo, Jepang pada Senin (6/7). Salah satunya adalah berubahnya pola kerja pabrikan yang akan mengedepankan teknologi di atas segalanya.

“Saya berencana untuk membuat sebuah Honda yang baru. Alih-alih berfokus kepada angka, lebih baik untuk membuat produk yang dapat membawa impian dan memuaskan konsumen kita,” jelas sang CEO dikutip dari Automotive News.

Penerus Takanobu Ito ini memaparkan bila masih ada waktu untuk mengembangkan produk yang kuat. Dia meyakinkan para karyawannya perihal rentang waktu dan ingin membuat fokus mereka beralih. Honda sendiri adalah pabrikan Jepang ke-3 setelah Toyota dan Nissan yang masih berkutat dengan pertumbuhan penjualan yang lemah, kualitas yang menurun dan teknisi yang lelah.

Sejak kepemimpinan Takanobu Ito sebagai CEO Honda di 2009, pabrikan Jepang itu mampu menaikan jualan Honda berlipat ganda hingga mencapai enam juta kendaraan selama lima tahun fiskal ke depan. Meski begitu demi memenuhi tenggat waktu, sistem kerja lembur menjadi keharusan bagi karyawan Honda. Disitulah masalah terjadi karena mereka tidak memiliki waktu untuk mengembangkan teknologi baru demi membedakannya dengan para rival.

“Apa yang Honda butuhkan adalah peningkatan efesiensi dan produktivitas dalam perkembangan kendaraan, Inilah yang akan membuat para insinyur dan teknisi memiliki waktu untuk melakukan pekerjaan mereka,” jelas Satoshi Nagashima, seorang konsultan strategi otomotif di Roland Strategy Consultants menanggapi ucapan Hachigo, dikutip dari Wall Street Journal.