Kini motor bukan lagi sebagai penunjang mobilitas harian, namun juga menjadi alat penyalur hobi dan simbol gaya hidup. Hal tersebut dibuktikan, melalui maraknya kegiatan touring jarak jauh atau riding pada akhir pekan (sumori) yang kerap dilakukan oleh para anggota komunitas motor.

Kini beberapa pabrikan telah menghadirkan motor yang diklaim irit bahan bakar dengan mesin dan teknologi yang digunakan. Seperti halnya pabrikan Yamaha dengan berteknologi Blue Core 155cc VVA pada jajaran skutik.

“Inovasi mesin Blue Core yang dilengkapi dengan tekonologi Variable Valve Actuation (VVA) pada line up skutik premium Yamaha, telah terbukti handal dalam menjawab kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia yang beragam. Performa mesin tinggi, mampu digunakan untuk menghadapai segala kondisi berkendara, termasuk untuk menaklukan jalanan menanjak atau dipakai berboncengan. Selain itu mesin Blue Core juga memberikan nilai tambah bagi konsumen dalam hal konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis,” kata Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Selain mesin dan fitur pendukung pada motor, irit bahan bakar juga ditunjang faktor faktor lain. Berikut kunci irit bahan bakar motor:

1. Kondisi Motor Yang Prima

Sebelum berkendara pastikan motor dalam kondisi prima atau baik. Tekanan angin wajib dalam ukuran normal. Ban yang kekurangan angin bisa membuat tarikan motor menjadi berat dan ini membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros. Disamping itu, perawatan berkala seperti penggantian oli dan membersihkan filter udara juga perlu dilakukan untuk menjaga tarikan motor tetap optimal.

2. Pengoperasian Motor Yang Benar

Semakin agresif gaya berkendara rider dengan bukaan gas dan pengoperasian rem yang tidak teratur akan membuat bensin motor menjadi boros. Oleh karena itu, perlu cara berkendara yang halus dalam hal pengoperasian motor, seperti membuka gas perlahan dan menjaga kecepatan tetap konstan selama mungkin.

3. Gunakan Fitur Pada Motor

Fitur Stop & Start System (SSS) pada motor Yamaha bisa Anda gunakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu saat anda berhenti. Ditambah indikator Eco Riding bisa jadi acuan Anda dalam mengoperasikan motor dalam kondisi irit.

4. Membawa Barang Sesuai Kapasitas

Pada haikatnya motor bukan alat pengangkut barang, namun tuntutan situasi dan kondisi membuat motor jadi alat pengangut. Yang perlu diperhatikan untuk menjaga keiritan bensin adalah dengan tidak membawa barang yang melebihi kapasitas (overload) daya angkut motor.

Saat touring motor kerap dipasangi dengan touring box pada sisi kanan, kiri dan belakang body motor untuk menaruh barang tanpa mengindahkan kemampuan daya angkut motor yang berujung pada kelebih beban. Selain membuat kinerja mesin menjadi berat yang berimbas pada borosnya bensin, kondisi ini turut pula membahayakan bagi pengendara karena dapat menghilangkan keseimbangan motor terutama saat sedang bermanuver.