Hyundai pernah melakukan recall terhadap produk mobil listriknya, Kona tahun lalu. Tercatat 77 ribu unit Hyundai Kona EV masuk ke dalam daftar penarikan unit guna melakukan perbaikan di bengkel resmi Hyundai seantero dunia.

Penarikan muncul akibat adanya potensi besar kebakaran pada mobil yang timbul dari peranti baterai dan komponen pendukungnya. Dilansir dari berbagai media otomotif intrnasional, sejumlah Hyundai Kona EV terkonfirmasi terbakar secara tiba-tiba di berbagai negara, seperti Korea Selatan, Norwegia dan Kanada.

Hyundai memang bertanggung jawab atas insiden ini dan mengganti seluruh kerugian. Setelah permasalahan terpecahkan, Hyundai kemudian mengganti seluruh peranti yang bermasalah pada unitnya secara gratis di seluruh dunia sebagai bentuk nyata komitmennya kepada masyarakat dalam membuat mobil listrik.

Sementara di Indonesia, belum ada satupun Hyundai Kona EV yang terbakar baik model pre-facelift maupun facelift. Hal ini dikarenakan seluruh Hyundai Kona EV yang dipasarkan disini adalah model pembaruan sejak Maret 2020 setelah adanya recall.

Inilah tantangan terbesar dari para produsen mobil listrik untuk menciptakan produk yang aman dan nyaman bagi konsumennya untuk pemakaian dalam jangka waktu yang cukup panjang seperti halnya mobil bermesin bensin dan diesel. Creating high miles, istilahnya untuk mobil-mobil yang mampu dibesut hingga puluhan tahun lamanya hingga mobil tersebut berada dalam kategori klasik di masa mendatang.

Kasus terbakarnya sebuah mobil adalah hal yang biasa terjadi. Toh di Hyundai hanya tiga unit dari ribuan unitnya yang telah dirilis. Tidak hanya di mobil listrik, mobil-mobil bermesin bensin dan diesel seperti yang telah kita ketahui sebelumnya juga pernah berkasus yang sama. Terbakar secara tiba-tiba akibat peranti yang kurang tepat. Selama pabrikan masih dan mau bertanggung jawab dan meluruskan seluruh persoalan yang terjadi, usah khawatir, Apalagi mobil yang dibeli dalam kondis baru dengan garansi tahunan atau ribuan kilometer.