Pelatihan keselamatan berkendara tentunya harus terus diasah agar bisa menjadi kebiasaan yang positif. Guna mendapatkan itu semua Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) menggelar Safety Riding Training secara online dan offline selama dua hari (24-25/9).

Dalam kegiatan ini Forwot mengikut sertakan peserta dari jurnalis dan bikers yang tergabung di komunitas motor. Tujuannya agar bisa menekan angka kecelakaan dan berbagi pengetahuan mereka selama kegiatan kepada keluarga, rekan kerja, komunitasnya, dan masyarakat.

“Safety Riding Training merupakan salah satu upaya FORWOT untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan berkendara rekan-rekan wartawan dan juga komunitas bikers. Hal ini merupakan aktivitas rutin FORWOT agar bikers dan parajurnalis selain mendapatkan ilmu baru, diharapkan juga bisa menularkan pengetahuannya kepada orang-orang terdekat mereka,” kata Ainto Harry Budiawan, Ketua Bidang R2 FORWOT.

Kegiatan ini dipandu oleh Jusri Pulubuhu selaku chief instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Di hari pertama kegiatan teori berlangsung secara online, dan di hari kedua kegiatan praktek dilaku di lapangan parkir di Tangerang Selatan.

Jusri memaparkan cara untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan. Sebagaimana diketahui, angka kecelakaan di jalan raya didominasi oleh para pengguna sepeda motor. Hal ini terjadi dari minimnya pengetahuan dan kesadaran para pengendara tertib saat berkendara.

Selanjutnya pada sesi praktik, para peserta menjalani pelatihan secara langsung skill berkendara dan trik-trik khusus dalam cara menghindari potensi kecelakaan di jalan. Kegiatan ini didukung oleh PT Astra Honda Motor, Wahana Honda, GAS Triumph Motorcycles, Golin Weber Sandwick, Zuttoride dan Motul.

“Dengan adanya acara ini, diharapkan para peserta dapat menularkan informasi yang positif dan pengetahuan lebih kepada orang-orang tercinta agar bisa lebih memahami keselamatan dalam berkendara di jalan raya,” kata Jusri Pulubuhu.

Menut data yang disampaikan oleh Korlantas Polri, selama periode 2016-2020, angka kecelakaan didominasi oleh usia produktif yakni, pelajar hingga pekerja muda menjadi yang paling banyak menjadi korban kecelakaan lalu lintas hingga mencapai 74 persen.