Industri mobil yang meliputi mobil penumpang dan kendaraan niaga, telah menjelma menjadi mesin ampuh yang menggerakkan ekonomi suatu negara sejak bertahun-tahun. Industri mobil juga memberikan sumbangan yang sangat besar bagi perekonomian dunia. Saat ini, untuk memproduksi 60 juta kendaraan, setidaknya dibutuhkan 9 juta tenaga kerja.

Bahkan jika industri otomotif diibaratkan suatu negara maka kekuatan ekonominya berada di posisi ke-6 terbesar dunia. Sebuah pencapaian yang luar biasa, contohnya saja, sejak tahun 2012 total penjualan mobil di dunia melebihi 80 juta unit. Bahkan, pada tahun 2012, penjualan mobil dunia berkisar di 89,68 juta unit.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Penjualan mobil baru di Indonesia mulai menjejak di angka 1 juta unit sejak 2012. Dan meski sejak tahun lalu mengalami perlambatan, toh, penjualan mobil tetap di Negeri Batik ini tetap berada di atas 1 juta unit.

Industri otomotif tetap menggiurkan bagi para pelaku industri karena sudah menjadi kebutuhan dan lebih lanjut sebagai bagian dari gaya-hidup (lifestyle).

Melihat tahun lalu 2015, jutaan konsumen Indonesia disuguhi oleh 2 pameran terbesar di ASEAN: Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan Indonesia International Motor Show (IIMS). Dengan banyaknya pameran dan meluncurnya mobil – mobil baru, tak ayal para konsumen disulitkan dengan memilih kendaraan yang paling cocok dengan isi kantong dan kebutuhan keluarga.

Melihat kecenderungan daya beli mobil yang tinggi dimiliki masyarakat, Mobil123.com mengadakan talkshow untuk membahas tentang apa yang diperlukan konsumen untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan sebuah mobil.

“Banyak pertimbangan sebelum membeli mobil misalkan saja dilihat dari sisi dana, kebutuhan keluarga, model, dan lain-lain,” ujar PC Gan, Country Manager Mobil123.com

Dalam kesempatan Talkshow, pengamat dan konsultan otomotif Paulus Sugih Firmanto memaparkan daya angkut, harga, resale value dan lain-lain menjadi bahan-bahan pertimbangan masyarakat sebelum membeli.

“Fitur-fitur dan desain menjadi alasan orang atau keluarga memilih mobil,” tambah Paulus.

Sementara Agus Mustofa dari National Technical Support Auto2000 menjelaskan bahwa service history wajib diperhatikan ketika seseorang membeli mobil bekas. “Sesuaikan juga model mobil dengan karakter Anda, apakah SUV, sedan, MPV,” kata Agus.