Perjalanan Toyota Supra A90 tak semulus harapannya. Pasca peluncurannya, hingga kini mobil sport legendaris dari Toyota tersebut sudah tiga kali kena recall atas masalah yang menghinggapinya.

Dibangun diatas rangka yang sama dengan BMW Z4, Toyota Supra terbaru mengusung sumber pacu yang serupa dengan 6-silinder segarsi 3.0 liter bertenaga 333 dk dan torsi 500 Nm.

Masalah apa saja yang menimpa Toyota Supra sehingga harus tiga kali recall,

Sabuk Pengaman

Recall pertama dilakukan oleh Toyota Amerika Serikat pada awal Oktober 2019. Program recall itu dilakukan lantaran ditemui adanya proses pengelasan yang kurang sempurna pada dudukan sabuk pengaman.

Kampanye recall ini tercatat melibatan tujuh kendaraan. Empat di antaranya sudah diperbaiki. Recall ini bukan dilakukan oleh Toyota, tapi oleh BMW.

Pengumuman kampanye penarikan Toyota Supra ini sendiri sudah dilakukan oleh National Traffic Safety administration (NHTSA) atau lembaga keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat, dengan nomor kampanye recall untuk kode produksi 19V653000. Pihak BMW menjamin akan mengganti semua komponen yang bermasalah, tanpa mengenakan biaya sedikit pun kepada konsumen.

Kamera Mundur

BMW kembali mengumumkan kampanye recall untuk Toyota Supra tak berselang lama kemudian akibat malfungsi pada kamera mundur. Kampanye penarikan kembali itu diterbitkan oleh NHTSA. Disebutkan bahwa pengaturan tampilan kendaraan bisa berubah dengan sendirinya. Jadi ketika mobil mundur, kamera tersebut mati.

Kala itu, penarikan kembali untuk kali kedua tersebut dilakukan mulai 19 November 2019. Pihak dealer akan meng-update software kamera mundur secara gratis.

Lampu Utama

Untuk ketiga kalinya, BMW kembali melakukan penarikan kembali untuk mobil sport Jepang, Toyota Supra 2020. NHTSA telah mengeluarkan nomor kampanye penarikan 19V850000 untuk permasalahan lampu utama.

Tercatat sebanyak 177 unit Toyota Supra yang terimbas masalah ini. Sekali lagi, BMW lah yang melakukan recall untuk Supra, bukan Toyota.

“BMW memproduksi Supra di Magna Steyr, Graz Plant di Austria. Oleh karena itu mereka melakukan pengajuan penarikan dengan NHTSA,” begitu penjelasan pihak Toyota.

Seratus lebih unit yang terimbas itu merupakan produsi dari 15 Juli hingga 25 Juli 2019. Masalah itu disebabkan oleh Printed Circuit Board (PCB) dari unit kontrol headlamp. Menurut dokumen NHTSA, ada proses yang kurang selama produksi suku cadang yang dilakukan oleh pemasok BMW.

Khususnya, selama penyelarasan PCB. Ada kemungkinan bahwa centering pin terisi benda-benda asing.

Kampanye ini sudah disampaikan sejak 27 November 2019 ke dealer. Selanjutnya, pemberitahuan lanjutan kepada konsumen baru akan dilakukan pada 17 Januari 2020.

Beruntungnya tidak ada laporan kecelakaan atau cedera tentang semua masalah yang melibatkan Toyota Supra A90 ini.