Di ajang Paris Motor Show 2018 Oktober lalu, publik dibuat berdecak kagum dengan kehadiran pemain baru berlabel VinFast. VinFast pabrikan baru asal Vietnam membawa dua model andalannya SUV dan sedan yang akan mulai diproduksi tahun depan.

VinFast merupakan bagian dari raksasa bisnis Vingroup yang tumbuh di Vietnam. Untuk menjalani bisnis ini dikabarkan Vingroup menghabiskan investasi senilai lebih dari US$ 3,5 miliar sejak Juni 2017 lalu.

Desain modern dengan tarikan garis futuristik pada Vinfast SUV dan sedan produk perdananya, tak lepas dari keterlibatan desainer kendaraan papan atas asal Italia, Pininfarina. Sementara untuk dapur pacu turbo empat silinder 2.0 liter yang digunakan oleh kedua mobil ini merupakan bikinan produsen mesin AVL asal Austria. Untuk transmisi sendiri, VinFast menggandeng pabrikan transmisi asal Jerman, ZF Friedrichshafen.

Pemasok Austria lainnya, Magna Steyr, bertanggung jawab atas rekayasa dan pengembangan dua model pertama VinFast, yang akan mulai diproduksi pada September 2019.

Baik VinFast SUV dan sedan, keduanya dibangun setara dengan BMW X5 dan BMW seri 5. Mulai dari dimensi, kenyamanan hingga performanya. Oleh karenanya, meski belum ada banderol resminya, boleh jadi Vinfast akan bermain di segmen mobil premium dengan harga yang tak murah.

Untuk model SUV, VinFast menawarkan pilihan roda belakang atau all-wheel drive dan dilengkapi dengan mesin bensin turbo 2,0 liter yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan.

“Untuk melakukan dalam 24 bulan apa yang orang lain membutuhkan 36 hingga 60 bulan, kami perlu bermitra dengan yang terbaik,” kata CEO VinFast, Jim DeLuca.

Bahkan DeLuca memanggil salah satu bekas orang penting di General Motors yang telah berkarir di perusahaan besar tersebut selama 37 tahun sebagai Kepala Manufaktur GlobalGM dikontrak sejak September 2017. Tugasnya membuat mobil dari awal dengan banyak uang tetapi waktu yang singkat.